SIGI,MERCUSUAR – Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian RI drh. I Ketut Diarmita, MP, mengunjungi lokasi peternakan Karavatandau di Desa Sidondo I, Kecamatan Sigi Biromaru, Rabu (9/8/2017).

Dirjen dalam kunjungannya mengatakan, peternakan Karavatandau memiliki luas 58 hektare sehingga lokasi ini perlu dikelola secara profesional.

Untuk pengembangan ternak,  yang diutamakan adalah bagaimana pakan yang ditanam di kawasan tersebut  harus benar-benar pakan berkualitas. Contohnya seperti rumput otot, indikopera, kinggres dan rumput gajah.

“Jadi kalau saya ke sini lagi, semua jenis rumput harus tertanam, karena satu kunci dalam pengembangan ternak yakni pakan ternak. Karena Sulteng khususnya, Sigi merupakan daerah yang sulit diprediksi, jadi kalau musim kering dan tidak ada pakan, maka sapi mau dikasih makan apa,” jelasnya.

Kata dia, sapi yang diternak jangan sampai kurus. Apalagi telah ada panduan bagaimana teknik memelihara sapi.

“Tahun 2018 kalau tidak salah Sigi dapat bantuan ternak sebanyak 200 ekor sapi, untuk peternakan Karavatandau di sini minimal ada 1000 ekor sapi. Tetapi dikelola secara professional. Pengelolaannya harus sungguh-sungguh, jangan seperti sekarang ini. Kalau dilihat Pak Menteri atau Pak Presiden malu kita, soalnya sapinya kurus,” tambahnya.

 

Ia pun berharap pendataan sapi meliputi sapi jantan, sapi betina, sapi betina bunting serta anak sapi  yang dihasilkan dapat dilakukan setiap tahun.  “Hal itu agar saya tahu perkembanganya,  jangan sampai bantuan ternak 200 ekor pas datang tinggal 100 ekor. Kalau orang hebat, seharusnya dikasih 200 ekor jadi 400 ekor, hal itu ada loncatan populasi,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Sigi,  Tugiran mengatakan, peternakan Karavatandau baru diserahkan ke Pemkab Sigi dua bulan lalu.  Sedangkan dokumennya baru akan diserahkan pada HUT Kabupaten Donggala. “Kami berjanji setelah dokumen sudah diserahkan oleh Bupati Donggala, maka lokasi ini akan dikelola dengan baik.  Pertama, (kami) melakukan pembabatan pohon, serta meratakan lokasi yang ada saat ini. Setelah itu melakukan penanaman rumput untuk pakan ternak,” tambahnya. AJI  

Harian Mercusuar

View all posts

Latest videos