NUNU, MERCUSUAR – Kawasan bantaran sungai di Kota Palu segera akan dilakukan penataan, sehingga warga di dilarang mendirikan bangunan apapun di sekitaran bantaran sungai.

Demikian disampaikan Lurah Nunu, Muhammad Yusuf kepada Mercusuar, Rabu (10/10/2017).

Menurutnya, sesuai instruksi dari Pemerintah Kota (Pemkot) Palu melalui Dinas Tata Ruang dan Pertanahan Kota Palu, pihaknya agar mengimbau warganya untuk tidak melakukan pembangunan di bantaran sungai. Selain kawasan itu rawan bencana yang dapat membahayakan keselamatan warga, juga berdasarkan peraturan perundang-undangan, tidak diperbolehkan membangun pemukiman di bantaran sungai.

“Dalam Perda penataan ruang itu sudah di atur, bahwa garis sempadan sungai kurang lebih 25 meter, artinya tidak boleh membangun di kawasan yang sudah di tetapkan,” ujarnya.

Adapun kelurahan yang menjadi kawasan bantaran sungai seperti Kelurahan Nunu, Kelurahan Talise, Kelurahan Besusu Timur, Kelurahan Besusu Barat, Kelurahan Tatura Selatan, Kelurahan Lere, dan Kelurahan Ujuna sehingga diharapkan Lurah dan Camat setempat agar mengimbau masyarakat untuk tidak lagi membangun di kawasan bantaran sungai.

“Sesuai instruksi dari Dinas Tata Ruang maka kami bersama satgas K5 selalu mengimbau warga agar tidak melakukan pembangunan apapun di jarak 25 meter dari garis sempadan sungai,” tuturnya.

Ditambahkannya, penataan bangunan dan lingkungan di kawasan bantaran sungai Palu yang juga termasuk di kawasan Kelurahan Nunu bertujuan untuk mengendalikan pemanfaatan ruang dan menciptakan kawasan bantaran sungai Palu yang tertata dan berkelanjutan.

“Kami berharap penataan bantaran sungai ke depannya dapat menjadikan kawasan itu menjadi berkualitas dan mampu dan menambah vitalitas ekonomi dan kehidupan masyarakat,” pungkas Yusuf. FDL

Harian Mercusuar

View all posts