PALU, MERCUSUAR – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kota Palu, Ansyar Sutiadi melakukan monitoring dan evaluasi pekerjaan pembangunan dan rehabilitasi (rehab) gedung Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 17 Palu, SMPN Karya Bhakti Mamboro, Taman Kanak-kanak (TK) Limran dan TK Baiya.

Dari hasil evaluasi tersebut, ditemukan jika proses pembangunan dan rehab gedung sekolah itu telah mencapai 25 persen dari target yang diberikan. “Sudah mencapai 25 persen, bulan Oktober 2017 harus sudah bisa digunakan,”kata Ansyar, Senin (31/7/2017).

Tahun ini pemerintah Kota Palu telah mengucurkan dana sekitar Rp7 Milyar untuk melakukan pembangunan dan renovasi sejumlah gedung sekolah yang terletak di pinggiran kota.

Untuk tahun depan, tambah Ansyar, pemerintah akan kembali mengucurkan dana alokasi sekolah yang lainnya, setidaknya ada 10 sekolah akan mendapatkan bantuan pembangunan atau renovasi berdasarkan kebutuhan sekolah itu, terutama sekolah-sekolah yang berada di pinggiran kota

“Kebutuhan sekolah tersebut cukup bervariasi, ada yang membutuhkan bangunan gedung baru, renovasi gedung, mobiler, kamar kecil dan sebagainya,”tutur dia.

Sebagai salah satu acuan data untuk mengetahui kebutuhan dan daya tampung sekolah, Dikbud Palu mengacu pada hasil evaluasi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) dengan sistem zonasi.

“Jangan sampaui kita melakukan sesuatu pembangunan, tanpa didasari data. Kita tidak ingin seperti itu,”jelas Ansyar.UTM

Harian Mercusuar

View all posts

Latest videos