TOLITOLI, MERCUSUAR – Kepala Desa (Kades) Sibea yang merupakan ketua Kecamatan Federasi Serikat Buruh Demokrasi Seluruh Indonesia (FSBDSI) Lampasio, Isran Arsite Jalali akhirnya dilaporkan warganya ke Polres Tolitoli dengan tuduhan penipuan dengan iming – iming pencairan uang sebesar Rp15 Juta per bulan yang tidak terbukti.

“Kami telah melaporkan Kades Sibea (Isran Arsite Jalali, red) kepada pihak kepolisian, karena yang bersangkutan diduga terlibat langsung dalam praktik penipuan secara masal,” ujar Marwan Alajai, Warga Desa Sibea, Kecamatan Lampasio kepada Rakyat Post (Tri Media Group) saat berada di Polres Tolitoli, Selasa (18/10/2016).

Dikatakan Marwan, Kades Sibea dilaporkan ke polisi karena yang bersangkutan merupakan ketua Kecamatan Lampasio dari Organisasi FSBDSI yang terindikasi melakukan penipuan dengan iming – iming pencairan uang hingga Rp15 Juta per bulan kepada warga yang menjadi anggota FSBDSI.

“Karena iming – iming pencairan uang puluhan juta itu, warga akhirnya banyak yang masuk menjadi anggota dengan menyetor uang ratusan ribu per orang. Namun hingga kini, janji pencairan uang tersebut tidak terbukti. Makanya kita laporkan Kades ke polisi,” terang Marwan yang lebih akrab disapa Iwan itu.

Pantauan Rakyat Post di Polres Tolitoli, Selasa (18/10/2016) pukul 15.00 Wita, warga yang datang melapor sebanyak empat orang, yakni satu orang dari Desa Sibea atas nama Marwan Alajai dan tiga orang dari Desa Janja masing – masing Muksin, Warda dan Ilham.

Kedatangan empat warga tersebut, diterima langsung Kapolres Tolitoli AKBP Faizal Ramadhani di ruang Ka.SPK Polres Tolitoli. Kapolres langsung memerintahkan anggotanya untuk segera memproses laporan warga tersebut agar bisa ditangani secepatnya.

“Kita akan lihat dulu indikasi kasus penipuan itu, apakah korbannya banyak atau hanya sedikit. Kalau memang banyak, kami akan membentuk tim penanganan dari kepolisian. Tapi kalau hanya sedikit korbannya, tidak perlu membentuk tim,” tutur perwira berpangkat dua melati di pundaknya itu.

Menurut Kapolres, rencana pembentukan tim penanganan indikasi kasus penipuan secara massal itu, masih akan dirapatkan dengan jajaran pejabat di lingkup Polres Tolitoli terkait bagaimana sistem penanganan yang akan dijalankan agar bisa menyelesaikan permasalahan tersebut.

Warga yang menjadi korban dugaan penipuan itu, juga diimbau agar ikut melapor ke polisi, sehingga Polres bisa membentuk tim untuk secepatnya menangani masalah tersebut.RP

Komentar

komentar

Harian Mercusuar

Lihat semua tulisan