PARMOUT,MERCUSUAR– Di duga mencemari sungai, Pemerintah Desa (Pemdes) Bambalemo Kecamatan Parigi melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke pabrik tahu-tempe di wilayah desa tersebut pada Sabtu (17/12/2016).

Sidak itu dilakukan menindaklanjuti keluhan warga atas dugaan pencemaran sungai Bambalemo akibat buangan limbah dari pabrik tahu tempe tersebut.

Pada sidak tersebut , Pemdes Bambalemo yang dipimpin oleh Kades Bambalemo, Irfan Adnan didampingi aparat kepolisian Polsek Parigi, anggota Pol Air, Kepala Pos Lanal Parigi dan pejabat dari Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Parmout.

Dari  Pantauan media ini , tim sidak mengambil sampel air sungai, air limbah pabrik tahu yang dibuang ke sungai dan air yang digunakan mencuci tahu tempe di dalam pabrik.

Kades Bambalemo, Irfan Adnan mengatakan, sidak dilakukan untuk menindaklanjuti laporan warga atas dugaan pencemaran sungai akibat limbah buangan dari pabrik tahu tempe.

Warga katanya, mengaku gatal-gatal setelah mandi di sungai tersebut.  Selain itu, ada limbah dari sampah yang dibuang warga ke sungai, serta limbah dari rumah potong hewan.

Pihaknya kata Irfan, belum bisa memastikan apakah pencemaran sungai tersebut akibat air limbah pabrik tahu tempe atau tidak.

“Ada warga yang mengaku gatal-gatal setelah mandi di sungai. Mereka juga mengaku sudah tidak bisa menggunakan air sungai ini untuk mencuci pakaian karena air sudah kotor dan berbau,” ujarnya.

Sampel air yang diambil tersebut kata Irfan, akan diserahkan kepada instansi teknis terkait untuk diuji yakni ke Dinas Kesehatan dan Badan Pelestarian Lingkungan Hidup Kabupaten Parmout.

Kedepan kata Irfan, pihaknya akan membuat Peraturan Desa (Perdes) agar masyarakat tidak lagi membuang sampah atau limbah ke sungai, sehingga sungai tersebut tetap dapat digunakan oleh masyarakat untuk mandi atau mencuci pakaian.

Berdasarkan data yang ada, sekitar 20 Kepala Keluarga (KK) masih menggunakan air sungai tersebut untuk kebutuhan sehari-hari, baik untuk mandi maupun untuk mencuci pakaian atau untuk kebutuhan lainnya.

Sementara itu kepala Bidang Kelautan pada Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Parmout, Normawati M Said,  yang ikut dalam sidak tersebut mengatakan, pencemaran sungai akan berpengaruh pada ekosistem kehidupan ikan di laut bila pencemarannya dalam skala besar.

Pasalnya pencemaran dalam skala besar itu akan berpengaruh pada ketersediaan oksigen di perairan sehingga akan mematikan organisme yang di perairan.

Namun demikian kata Normawati, bila uji sampel air yang diambil tersebut terbukti tercemar, maka harus diselesaikan satu persatu, karena dugaan pencemaran di sungai itu bukan hanya bersumber dari pabrik tahu tempe, melainkan juga dari rumah potong hewan dan sampah rumah tangga yang dibuang warga ke sungai.

Bila terbukti ada pencemaran harus diselesaikan satu-satu. Misalnya bila pencemaran itu terbukti dari limbah pabrik tahu tempe maka harus ada sanksi sesuai aturan perundang-undangan yang berlaku seperti sanksi administrasi berupa teguran atau sanksi lainnya.

Apalagi pabrik tahu tempe ini belum memiliki izin yang katanya sementara diurus. Sebelum pemberian izin, akan dilakukan pengkajian oleh instansi teknis terkait apakah pabrik tahu tempe ini layak diberikan izin beroperasi atau tidak.

Sementara itu pemilik pabrik tahu tempe, Rusdianto mengatakan, pabriknya tersebut baru beroperasi selama dua bulan dengan produksi rata-rata 250 kilogram perhari. Seluruh tahu tempe yang dihasilkan dari pabrik itu kata Rusdianto, masih dipasarkan di Kota Parigi dan sekitarnya.

Rusdianto juga mengakui pabriknya tersebut belum memiliki izin beroperasi. Katanya, izin tersebut masih dalam proses pengurusan. Dia juga membantah jika tahu tempe yang dihasilkan dari pabriknya menggunakan bahan kimia atau bahan pengawet berbahaya.

“Dalam proses pembuatan tahu tempe kami hanya menggunakan air dan air cuka saja. Tidak ada bahan kimia atau bahan pengawet. Silahkan diperiksa dan diuji di lab,”katanya.

Selain di Parigi Rusdi mengaku bahwa, dirinya juga memiliki pabrik tahu tempe di Kota Poso yang letaknya juga di sekitar aliran sungai, bahkan lebih dekat dengan muara. Namun hingga saat ini pabrik tidak bermasalah terhadap pencemaran sungai,”.TIA

Komentar

komentar