MERCUSUAR – Ketua KONI Sulteng, H Anwar Ponulele merasa ada yang aneh ketika Karateka Sulteng Alan Nuary yang tampil di babak final PON XIX hanya mampu merebut medali perak. Padahal, kata Anwar dibabak sebelumnya Alan tampil superior dengan menaklukkan lawan-lawannya dengan skor telak.

Saat dihubungi wartawan media ini Anwar menduga  ada “permainan” terkait dengan kekalahan kareteka asal Luwuk Kabupaten  Banggai tersebut.

“Kita baru merebut dua perak dan dua  perunggu. Tapi seharusnya di cabor Karate kita mengharapkan harus dapat emas.  Kenapa saya katakan harus emas karena lawan-lawan sebelumnya itu dia sikat lima sampai enam kosong,” tandas Anwar.

“Masa di final biar satu tendangan dan pukulan tidak masuk, ada apa sebenarnya, kok atlet dilarang nendang atau mukul itu apa, ada apa, hanya Tuhan yang tahu itu, mudah-mudahan tidak ada udang di balik batu,”ujar Anwar.

“Sementara ini atlet Sulteng lain masih bertanding namun secara garis besar pencapaian ini sudah maksimal bahkan target saya pribadi harusnya 22 cabor semua dapat medali karena semua kan lolos pra PON, jadi tidak ada alasan untuk tidak mendapat medali,” jelasnya.

Terkait dengan Binaraga yang hanya merebut perak, Anwar Ponulele mengatakan pencapaian Jefry Wuaten sudah maksimal. “Kalau saya melihat kekalahan Binaraga karena ada faktor tuan dan memang Binaraga ini olahraga yang tak terukur .  Waktu pra PON memang  Jefry dapat emas. Tapi, saya kira(Jefry) sudah maksimal karena PON lalu juga dia dapat perak apalagi lawannya kali ini memang lebih bagus bodinya, salah satu penilainnya mungkin dari postur tubuh, yang berkaitan dengan massa otot,”ujar Anwar.

Peluang Sulteng untuk merangsek ke papan tengah klasemen  terbuka di cabor Pencak Silat dengan tampilnya Firman di babak semifinal kemudian di cabor Dargon Boat atlet Sulteng masih merajut asa untuk peroleh medali.  CLG 

Issrin Assagaf

View all posts