KOLONODALE, MERCUSUAR– Ketua Tim Penggerak Pembinaan Kesejateraan Keluarga (TP-PKK) Kabupaten Morowali Utara Ho Liliana Tumimomor mengultimatum para pengajar di wilayah setempat agar menjauhi perilaku diskriminatif saat menjalankan tugas.

Liliana mengatakan, para pengajar yang tergabung dalam Ikatan Guru Taman Kanak-kanak Indonesia (IGTKI) harus menjadi panutan yang tanggu dan profesional. “Sebagai pioner pengembang tumbuh kembangnya anak-anak TK Pra SD sebagai generasi emas,” ujarnya.

Sehingga tidaklah berlebihan bila momentum  peringatan HUT IGTKI yang jatuh pada 22 Mei dijadikan pondasi yang kuat dalam hal penguatan pendidikan karakter anak usia dini. “Guru harus didik anak tanpa diskriminasi,” tuturnya.

Liliana mengingatkan para pengajar di Morowali Utara harus menyesuaikan diri dengan arus globalisasi yang terus maju akibat berkembangnya teknologi yang tentunya berpengaruh terhadap perkembangan karakter anak.

“Memastikan bahwa apa yang mereka pelajari saat ini, menjadi kebutuhan mereka menghadapi tantangan di masa depan. Kita ingin anak Morowali Utara berkarakter moral dan kinerja seimbang menghadapi lingkungan yang serba hedonis,” ujarnya.

Dia menitipkan amanah agar para guru-guru TK membangun inovasi dan strategi penguatan guru yang berkualitas serta bekerja dengan hati. “Saya yakin dan percaya memori anak didik kita akan merekam yang guru ajarkan dalam mengisi perkembangan otak mereka,” paparnya.

Sebagai Bunda Paud Morowali Utara Liliana berkomitmen memperjuangkan hak-hak para pengajar di wilayah itu, agar dapat diperhatikan pemerintah. VAN

Harian Mercusuar

View all posts