POSO, MERCUSUAR– Desa Tokorondo Kecamatan Poso Pesisir di tahun 2017 ini mulai bangkit untuk membangun perekekonomian  masyarakatnya. Hal tersebut seiring dengan penyampaiam Kepala Desa Tokorondo  Umar Dg.Situju selaku Kepala Desa Tokorondo  yang baru dilantik sekitar empat bulan yang lalu.

Menurut Umar kepada Poso Raya, Desa Tokorondo  pada dasarnya  memiliki tiga pilar ekonomi yang hingga saat ini perlu terus mendapat dukungan moril maupun materiil. Adapun ketiga pilar tersebut adalah, pilar usaha pertanian dan perkebunan, Pilar usaha Kelautan dan Pilar perdagangan umum.

Pilar pertanian perkebunan desa Tokoronda  adalah  luasnya perkebunan coklat  maupun tanaman holtikultura lainnya. Sementara pilar usaha kelautan, Desa Tokorondo  murapakan sumber pendapatan masyarakat setempat yang tidak bisa diabaikan. Misalnya dibidang nelayan tangkap serta bidang budidaya  tanaman rumput laut yang hingga tahun 2017 rata rata Desa Tokorondo mampu menghasilkan rumput laut kering  per pasca panen mencapai 30 ton.

Untuk sektor Perdagangan umum di Desa Tokorondo  yang bergerak dalam perdagangan hasil bumi dan hasil kelautan,  hal tersebut  para pedagang di desa Tokorondo  telah mampu membuka akses  penjualan  produksi  ke pusat pembelian hasil bumi dalam hal ini rumput laut hingga ketingkat pabrikan.

“Belum lagi sektor usaha ternak unggas yakni usaha sarang burung walet yang hingga ditahun 2017 pruduksi mulai bisa dipasarkan,”  tegas Umar Dg. Situju.

Masih menurut Umar, melihat pilar pilar yang telah terwujud di Desa Tokorondo, selaku Kepala Desa dirinya sangat berharap bahwa pilar pilar tersebut bisa benar benar menjadi penyangga ekonomi masyarakat Pedesaan  kususnya Desa Tokorondo.

Untuk bisa mewujudkan upaya dukungan  kepada  masyarakat Tokorondo  yang bergerak disektor masing masing , maka Pemerintah Desa Tokorondo akan segera membentuk Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) yang berfungsi sebagai  “Frame Capital“. “Sehingga dengan terbentuknya BUMDES  pemerintah desa akan lebih efektif  melaksanakan fungsi dukungan, bimbingan  dibidang ekonomi  pedesaan desa Tokorondo berserta masyarakatnya,” tambah Umar.

Umar Dg. Situju juga menyampaikan bahwa  di tahun 2017 ini Pemerintah Desa Tokorondo akan melaksanakan pendataan Tanah milik masyarakat  yang belum bersertifikat. Hasil pendataan ini nantinya akan berlanjut pada pelaporan ke Badan Pertanahan Nasional Poso agar bisa di proses menjadi tanah bersertifikat sebagai dokumentasi resmi kepemilikan hak tanah secara resmi bagi Masyarakat Desa Tokorondo.

Akirnya Umar Dg. Situju  menegaskan bahwa Desa Tokorondo  dalam penataan sistem pemerintahan desa dilaksanakan  secara jujur dan gotong royong  sesuai dengan  fungsi setiap perangkat desa yang di pimpinnya. PR

Harian Mercusuar

View all posts