TANAMODINDI, MERCUSUAR-Terkait rencana pihak Bandara Mutiara Sis Aljufri Palu melakukan perluasan di tahun 2017, dimana Depo Pertamina di area bandara bakal terkena dampak pemindahan, maka pihak Pertamina meminta sedikit waktu lagi, pasalnya masih dalam pembebasan lahan masyarakat.

Hal ini disampaikan Asisten I Pemerintahan dan Kesra Setda Palu, Imran Lataha, bahwa sebelumnya telah dilakukan pertemuan diantara pihak otoritas bandara dengan perwakilan Pertamina Palu, dalam membicarakan rencana pemindahan Depo Pertamina tersebut.

Imran mengatakan, Bandara Mutiara Sis Aljufri Palu memiliki master plan hingga 30 tahun mendatang terkait pengembangan area bandara dengan luasan 17 ribu hektar yang terbagi tiga tahap pembangunan infrastruktur baik fisik maupun fasilitas sarana prasarana didalamnya sebagai pendukung menuju embarkasi haji regional Sulawesi.

Menurutnya Pertamina yang statusnya masih sewa lahan bandara, telah siap membangun depo baru di dalam area bandara, hanya persoalannya masih terkendala pembebasan lahan masyarakat yang belum selesai saat ini, sehingga meminta waktu penyiapannya.

“Mereka (Pertamina,red) pada dasarnya sudah siap membangun depo baru, namun lahan yang akan dibangun belum bebas sepenuhnya, sedangkan proyek perluasan bandara sudah harus jalan, dimana lokasi depo yang lama akan dijadikan lahan parkir dan pertamina sebelumnya juga sifatnya sewa,” ujarnya, Senin (17/1/2017).

Terkait pelebaran lahan bandara, lanjut Imran tahun 2017 ini Pemerintah Provinsi Sulteng menggelontorkan anggaran sebesar enam miliar dalam membantu pelebaran bandara, sedangkan untuk Pemerintah Kota Palu masih akan dibahas di APBD perubahan besaran bantuan dana untuk proyek bandara tersebut.

Ia katakan dilihat dari masterplan bandara untuk tahap awal perencanaan pelebaran areal bandara, yang telah siap akan dibangun adalah Depo Pertamina, kemudian masuk pembangunan masjid di area depan, serta gedung BMKG, gedung peralatan dan gedung workshop.

“Untuk Depot Pertamina, disarankan jalur kendaraan pertamina yang memuat bahan bakar jangan disamakan dengan jalur kendaraan umum yang melintas sebab berbahaya jika terjadi kecelakaan,”urai Imran. ABS

Harian Mercusuar

View all posts