TANAMODINDI, MERCUSUAR- Rencananya hari ini (Jumat, 12 Mei 2017) Pemkot Palu melakukan perombakan jajaran eselon II, III dan IV. Tak kurang 50 pejabat struktural di lingkup Pemkot Palu akan dilantik.

Informasi yang dihimpun Mercusuar, dua pekan terakhir, rencana pergeseran pejabat diperbincangkan pegawai di lingkup Pemkot Palu. Informasi yang berkembang, setidaknya delapan pejabat eselon II akan bergeser. Demikian halnya dengan pejabat eselon III dan IV, sekira 40 orang akan menempati jabatan baru.

Jabatan eselon II yang bakal diisi pejabat baru, dari informasi yang berhasil dihimpun wartawan Koran ini diprediksi Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Kepala Dinas Koperasi dan UKM, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, Kepala Dinas Pariwisata, Asisten I dan Asisten II. Satu slot lagi adalah Kepala Dinas Perizinan Terpadu yang kosong ditinggal Almarhum Rahmat Kawaroe.

Sementara untuk jabatan eselon III diataranya Sekretaris Dinas Kesehatan yang juga kosong, karena pejabat sebelumnya meninggal dunia.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah Kota Palu, H. Baso yang dikonfirmasi terkait pelantikan hari ini tidak banyak berkomentar. Baso menyatakan bahwa pergeseran pejabat merupakan hal biasa di pemerintahan karena berbagai alasan. Dikatakan Baso, pergeseran dilakukan karena ada penilian kinerja dari pimpinan (Walikota. Red).

“Memang ada pejabat yang kosong karena meninggal, pensiun atau pindah tugas ke daerah atau tempat dinas lain. Pergeseran merupakan bagian dari penyegaran agar semua berjalan optimal sebagaimana keinginan pimpinan,” kata Baso, Kamis (11/5/2017).

Saat ditanyakan informasi seputar pejabat yang akan bergeser, Baso bersikeras tidak mengungkapkannya. “SK itu rahasia sampai saat dibacakannya. Nama-nama dan jabatan apa yang bakal dimutasi, itu kewenangan pimpinan. Saya tidak bisa menyampaikan, sebelum ada pelantikan. Tunggu saja besok (hari ini. Red). Nanti juga akan ditahu, setelah dilantik. Mohon maaf, saya tidak bisa menyampaikan sebelum pelantikan,” tegasnya.

Dalam beberapa kesempatan, Walikota Palu Hidayat, menyatakan ia tak segan mengganti pejabat eselon II B, jika tidak melaksanakan tugas dan fungsinya secara maksimal.

“Kami akan bertemu kembali pada bulan April atau empat bulan ke depan untuk mengevaluasi semua pejabat eselon II B atas kinerja, utama penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran (RKA). Jika berkinerja malas dan buruk, maka siap-siap untuk digantikan aparatur sipil negara yang terbaik,” kata Hidayat, Minggu (1/1/2017).

“Salah satu indikator penilaian kinerja pejabat yaitu pada penyusunan RKA dan APBD, jika pada bulan Maret ada dinas yang belum menyelesaikan penyusunan RKA maka masuk dalam daftar diganti,” katanya.

Hidayat menambahkan, penyusunan RKA semua dinas harus berpihak pada masyarakat, yaitu program pembangunan lebih berpihak pada kepentingan masyarakat ketimbang kedinasan.

“Jangan menyusun anggaran kegiatan yang tidak rasional, realistis dan proporsional yang sama sekali tidak ada manfaatnya buat daerah dan masyarakat. RKA harus berpihak pada masyarakat ketimbang seremonial dan kedinasan,” katanya pula.

Hidayat menuturkan, jika mutasi pejabat dilingkungan pemerintahan tersebut merupakan hal yang biasa, dalam pemerintahan sebagai bentuk penyegaran struktural dan fungsional. TMU

Harian Mercusuar

View all posts