MERCUSUAR – Celebest FC gagal meraih kemenangan di rumah Martapura FC pada laga perdana Indonesia Soccer Championship (ISC-B) 2016 putaran babak 16 Besar grup C.

Pada laga yang digelar di stadion Demang Lehman, Minggu (2/10/2016), Ryan Wiradinata dkk kalah 2-3.

Meski kalah, coach Rudy Eka Priyambada menilai permainan anak asuhnya jauh lebih baik dari yang diperkirakan sebelumnya.

Rudy Eka Priyambada
Rudy Eka Priyambada

Dari akun facebooknya yang diunggah usai pertandingan, Rudy menyampaikan rasa bangganya terhadap performa Ryan Wiradinata dkk.

“Terus semangat !!!! Kekalahan tadi sudah dalam hitungan saya karena faktor di luar teknis yg membuat tim kita bisa kalah tapi saya tetap bangga dengan pemain saya, Vamos CelebestFc next game vs Perserang,” tulis Rudy.

Sementara itu kapten tim Celebest FC Ryan Wiradinata menyebut peluang Tanduk Anoa untuk melakukan revans di Gawalise sangat terbuka lebar.

“Teman-teman bermain luar biasa, penuh semangat dan pantang menyerah, apalagi dalam posisi kekurangan satu pemain. Jadi, semakin membuat kami optimis. Saya yakin dan optimis kita bisa balas di Gawalise yang penting teman-teman tidak pandang remeh, karena memang bagi kami setiap laga kandang adalah final dan wajib menang,” tandas Ryan.

Pada laga tersebut Celebest FC kekurangan satu pemain saat kapten tim Ryan Wiradinata diganjar akumulasi kartu kuning dan dikeluarkan wasit sejak pertengahan babak pertama.

Meski sempat tertinggal 3-0 lewat gol yang dicetak Jajang Mulyana (51′,75′) dan Zulfikar (72′), semangat anak-anak Celebest terus bergelora sehingga mampu membalas dua gol yang dibuat Imam Baihaqi (80′) dan pinalti Firmansyah satu menit jelang bubaran.

Atas hasil tersebut, Celebest FC untuk sementara berada di peringkat terbawah grup C, sedangkan Martapura bertengger di puncak klasemen dengan nilai tiga disusul Persik Kediri dan Perserang di tempat kedua dan tiga. CLG

Klasemen Sementara Grup C

Martapura FC  1 1 0 0 (3-2)  3

Persik         1 0 1 0  (0-0) 1

Perserang     1  0 1 0  (0-0) 1

Celebest FC    1  0 0  1 (2-3) 0

Komentar

komentar

Issrin Assagaf

Lihat semua tulisan