PARMOUT, MERCUSUAR – Kepala Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang dan Pertanahan (PUPRP) Kabupaten Parigi Moutong (Parmout), Zulfinasran, mengaku kalau pihaknya hanya mampu mencapai 30 persen dari target PAD dari pengelolaan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM).

Sebelumnya pihaknya merasa pesimis dengan waktu yang tersisa setelah pengelolaan SPAM dialihkan ke PUPRP. PUPRP hanya mampu mendapatkan 20 hingga 30 persen saja. Pada rapat bersama Komisi III DPRD Parmout, dalam pembahasan anggaran APBD Perubahan 2017, Rabu (11/10/2017), PUPRP sudah mengungkapkan hanya mampu dengan target 30 persen.

“Insya Allah dengan waktu yang tersisa kami bisa mampu dapatkan Rp500 juta dari target Rp1,2 Miliar,” ujar Zulfinasran.

Pengelolaan SPAM sempat dikelola oleh Perusda sejak Januari 2017. Karena saat ini pengelolaan SPAM dikembalikan ke PUPRP, maka dalam penganggaran APBD-P 2017, pengelolaannya dialokasikan anggaran senilai Rp 550 juta.

Kata dia, Rp 550 juta tersebut digunakan untuk tiga pembiayaan, honorarium pelaksana SPAM, pembelian bahan kimia, dan pembenahan kerusakan pipa SPAM.

Informasi yang diterima media ini, pihak inspektorat sempat melakukan audit kepada Perusda, dan sesuai informasi, ada PAD sekitar  Rp800 juta PAD sewaktu dikelola Perusda. Informasi yang masuk, juga menyebut dana Rp800 juta tersebut diduga hanya digunakan membiayai gaji para pegawai Perusda.  TIA

Harian Mercusuar

View all posts