• SEBUT DPP PPP STATUS QUO

 

PALU, MERCUSUAR – Calon Bupati Donggala dan Parigi Moutong, yang hendak menggunakan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) sebagai salah satu partai pengusung, harus mengantongi dua rekomendasi dukungan dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PPP di Jakarta, jika ingin mulus sebagai calon dan tidak rugi dekemudian hari.

 

Demikian penegasan Wakil Ketua Bidang Organisasi dan Keanggotaan Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PPP kubu Djan Faridz, Ardin saat ditemui diselah – selah kesibukannya menyiapkan berkas pendaftaran PPP ke KPU di kediamannya, Rabu (11/10/2017).

Menurutnya, jika Calon Bupati Donggala dan Parigi Moutong hanya mendaftar di PPP kubu Romahurmurziy, bisa jadi rekomendasi dukungannya akan dimentahkan atau ditolak Komisi Pemilihan Umum (KPU) masing – masing kabupaten, karena sesuai surat yang dikirimkan Kementrian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) ke KPU RI menyebutkan, saat ini kepengurusan DPP PPP masih status quo alias belum jelas mana kubuh yang sah secara hukum.

“Surat Kemenkumham ke KPU RI itu, menegaskan bahwa Kemenkumham sendiri masih mengakui bahwa DPP PPP saat ini masih dua kubu, makanya dikeluarkanlah surat yang menyebutkan status quo,” katanya.

Ardin mengaku, selama ini pihaknya diam saja melihat kubu Romahurmurziy membuka pendaftaran bakal calon bupati di Kabupaten Donggala dan Parigi Moutong. Namun melihat langkah mereka yang semakin jauh dengan telah melakukan pemaparan visi – misi bakal calon bupati, ia mulai khawatir jangan sampai bakal calon bupati yang mendaftar di PPP ditolak KPU dan ujung – ujungnya membuat kandidat rugi.

“Jika mau aman, ya calon bupati harus mendaftar di dua kubu, sehingga bisa mendapatkan rekomendasi dari dua kubu juga, seperti Pilkada Tolitoli dan Buol yang telah sukses dilaksanakan,” terangnya.

Sekretaris DPW PPP Sulteng kubu Djan Faridz, Rifai Labaso menyampaikan hal yang sama. Menurutnya, jika ingin aman dan tidak bermasalah dikemudian hari, maka semua calon bupati yang telah mendaftar di PPP kubu Romahurmurziy, harus mendaftar juga di PPP kubu Djan Faridz.

“Kita memang belum membuka pendaftaran untuk bakal calon Bupati Donggala dan Parigi Moutong, karena masih menunggu instruk dari DPP. Apalagi saat ini, semua energi masih terkuras untuk persiapan pendaftaran partai peserta pemilu 2019 di KPU. Setelah semua ini tuntas, barulah kita membuka pendaftaran untuk calon bupati,” terang Rifai Labaso kepada media ini, Rabu (11/10/2017).

Saat ditanya kapan pendaftaran calon bupati dibuka, Rifai mengaku akan berkonsultasi dulu ke DPP saat membawa berkas pendaftaran Pemilu. Yang jelas katanya, PPP kubu Djan Faridz secara hukum masih kuat dan memiliki legal standing sebagai PPP yang sah. FUL

 

Harian Mercusuar

View all posts

Latest videos