Bus di Muzdalifah Terbatas, Jemaah Harus Berdiri

MEKKAH, MERCUSUAR – Jemaah haji Sulteng secara berangsur bergerak menuju Mekkah setelah selesai melaksanakan wukuf di Arafah, mabit di Muzdalifah dan dua malam melakukan jamarat atau melontar jumrah di Mina.  Faktor pelayanan transportasi termasuk yang menjadi kendala jemaah.  Jumlah bus yang terbatas menyebabkan banyak di antara jemaah haji Sulteng yang harus rela berdiri saat bergerak dari Muzdalifah menuju Mina.

Pembimbing ibadah jemaah Sulteng dari kelompok terbang (Kloter) 8 Balikpapan, H.M Munif Aziz Godal, Sabtu (2/9/2017) mengabarkan  jemaah haji asal Sulteng secara umum dalam kondisi sehat walafiat. Jemaah berangkat menuju Muzdalifah pukul 19.00 Waktu Arab Saudi (WAS) atau selesai Salat Magrib dan Isya jamak takdim sambil terus mengumandangkan talbiyah dan zikir.

Di Muzdalifah, jemaah melaksanakan mabit, yakni menginap atau bermalam beberapa hari atau berhenti sejenak untuk mempersiapkan segala sesuatu sebelum melempar jumrah.

Mabit merupakan wajib haji. Jemaah mengumpul batu-batu kerikil serta dianjurkan berada ditempat tersebut sampai melewati pukul 23.30, baru setelah itu dapat melanjutkan perjalanan menuju Mina.

Saat tiba di Mina, tepatnya pukul 02.00, jemaah langsung masuk ke tenda masing-masing untuk beristirahat sambil menunggu pelaksanaan pelemparan sesuai jadwal yang diatur pihak maktab. “Khusus untuk Kloter 08 BPN, jemaah terbagi  ada yang memilih nafar awal dan ada yang memilih nafar tsani.  Kedua-duanya dibolehkan dalam  pelaksanaan hukum haji,” tukas H Munif.

Nafar Awal dilakukan apabila jemaah meninggalkan Mina pada 12 Dzulhijjah, atau lebih awal meninggalkan Mina dan kembali ke Mekkah lantaran hanya melontar tiga hari. Adapun yang dimaksud dengan Nafar Akhir atau Nafar Tsani adalah apabila jemaah melempar jumrah selama empat hari (tanggal 10, 11, 12. dan 13 Dzulhijjah) dan menginap di Mina selama tiga hari (11,12, dan 13 Dzulhijjah).

Sementara itu, Ketua Kloter 5 BPN,  H. Abdul Muluk Lanonci mengatakan jemaah haji kloter 5 BPN sejak  Minggu (3/9/2017) pagi telah bergerak menuju Mekkah. “Alhamdulillah kondisi jemaah semuanya sehat dan terkendali,” tukas H. Abdul Muluk. DAR