TOLITOLI, MERCUSUAR – Bupati Tolitoli, Muhammad Saleh Bantilan, berencana akan membentuk desa adat yakni di Desa Pangi, Kecamatan Baolan, Kabupaten Tolitoli. Rencana tersebut diutarakan, usai dirinya mengetahui jika dirinya ditunjuk langsung oleh ayahnya, Alm. Muhammad Anwar Bantilan, untuk menggantikan beliau sebagai raja di wilayah tersebut.

“Saya akan membentuk desa adat di Desa Pangi. Banyak sebenarnya desa adat di Tolitoli. Selain itu kami juga akan menganggarkan khusus untuk budaya adat di kabupaten ini,” kata Ale begitu ia sering disapa, kepada sejumlah wartawan, Rabu (24/5/2017).

Ale mengaku, selama menjadi Bupati Tolitoli selama dua periode, dirinya sangat menjunjung tinggi adat-istiadat di Tolitoli. Bahkan Ale telah membantu pembangunan rumah adat di Kecamatan Dondo dan Dampal.

“Kita harus menghargai adat-istiadat. Tanpa itu kita tersesat, karena pada dasarnya budaya dan adat-istiadat mengajarkan kita hal-hal yang baik. Melihat perkembangan budaya luar yang masuk, kita harus terus menumbuhkan rasa berbudaya itu, agar kita menjadi generasi yang lebih terarah,” terang Ale.

Di sisi lain, ia mengakui, penunjukan dirinya pengganti ayahnya yang selama ini menjabat sebagai raja di kabupaten tersebut, merupakan sesuatu yang tidak disangka. Kendati demikian, dia menerima permintaan terakhir dari ayahnya tersebut karena merupakan wasiat.

“Surat ini dibuat 27 Agustus 2016 dan saya sama sekali tidak tahu sebelumnya. Nanti setelah dibacakan sebenarnya saya cukup kaget. Namun, saya harus menjalankan permintaan itu,” terang dia.

Namun berkaitan itu, ia masih akan membicarakannya dengan para pemangku adat lainnya. INT/*

 

Komentar

komentar

Harian Mercusuar

Lihat semua tulisan