Lanjutan Sidang Dugaan Korupsi Gernas Kakao Kabupaten Tolitoli 2013

PALU, MERCUSUAR- Bupati Tolitoli Moh Saleh Bantilan dihadirkan dalam sidang lanjutan dugaan korupsi Gerakan Nasional (Gernas) Kakao Kabupaten Tolitoli 2013, di pengadilan Tipidkor Palu, Kamis (23/3/2017).

Saleh Bantilan diperiksa sebagai saksi dalam kasus tersebut, karena dalam persidangan sebelumnya nama Saleh Bantilan disebut-sebut menerima aliran dana sekira Rp.1 miliar.

Dalam sidang lanjutan itu, penasehat hukum terdakwa secara bergiliran diberi kesempatan oleh majelis hakim untuk bertanya kepada saksi.

Ketika penasehat hukum menanyakan apakah saksi (Saleh Bantilan) menerima dana aliran dari pencairan cek sebesar Rp40juta yang diisi dalam sebuah amplop putih dari terdakwa Conny. Saleh membantah dan menyatakan bahwa tidak pernah menerima dana sepeserpun dari tardakwa maupun siapapun baik itu berupa cek ataupun uang tunai.

Begitu pun, ketika terdakwa Syamsul mengungkapkan bahwa dirinya pernah menyerahkan dana jutaan rupiah, yang diserahkan melalui ajudannya bernama Enriko, serta pernah mentransfer dana Rp10 juta, saat Saleh berada di Singapura melalui nomor rekening salah seorang saudara dari Saleh Bantilan yang bernama Ula, juga dibantah oleh bupati dua periode itu dan dirinya menyatakan tidak menerima uang tersebut

“Saya tidak tahu dan pernah menerima dana itu,” ungkap Saleh.

Dalam persidangan itu, terdakwa Conny juga menanyakan soal pernyataan Saleh kepada Kapolres Tolitoli yang mengatakan “korbankan saja Conny itu”, namun sekali lagi Saleh membantah dan menyatakan bahwa dirinya tidak pernah mengeluarkan pernyataan seperti itu.

Ketua majelis hakim I Made Sukanada juga sempat mengingatkan kepda terdakwa tidak menyebutkan nama-nama yang tidak ada kaitannya dengan perkara yang sedang disidangkan, sehingga proses persidangan dapat berjalan sebagaimana mestinya.

“Persidangan ini menyelesaikan soal hukum dan jangan sampai dibawa dalam soal politis” tandas hakim.

Saleh pun mengaku tidak tahu menahu kalau Dinatus pimpinan PT Karya Cipta Lestari merupakan perusahaan yang mengerjakan proyek Gernas Kakao 2013 dengan anggaran senilai Rp 11 miliar itu di wilayahnya.

“Kalau Dinatus saya kenal, karena kebetulan kita sama-sama pengusaha tapi saya tidak tahu kalau dia mengerjakan proyek Gernas pada saat itu,” jawab Saleh kepada hakim ketika ditanyakan bagaimana huhungannya dengan Dinatus seorang pengusaha asal Makassar.

Diketahui, proyek Gernas Kakao di Tolitoli 2013 dari Direktorat Jenderal (Dirjen) Perkebunan Kementerian Pertanian dengan nilai anggaran sebesar Rp 11.250 miliar, dalam bentuk bibit Kakao sambung samping (entres) diduga dikorupsi sehingga merugikan negara senilai Rp6,675 miliar. AMR

Harian Mercusuar

View all posts

Latest videos