POSO, MERCUSUAR – Dua pekan pasca gempa bumi tektonik berkekuatan 6,6 Skala Richter yang melanda wilayah Poso, Sulawesi Tengah, 29 Mei 2017 lalu, Pemda Poso menerima bantuan meteril berupa tenda sekolah, serta bantuan sosial untuk kelengkapan sarana sekolah tenda, dari pemerintah pusat.

Tidak hanya tenda, Kemendikbud RI juga memberikan bantuan materil untuk pembangunan sekolah yang rusak akibat gempa bumi, sebesar Rp2,6 Miliar yang diperuntukkan bagi pembangunan tiga unit sekolah yang rusak parah, atau sama sekali tidak dapat digunakan.

Bangunan fisik tiga unit sekolah tersebut dikerjakan selama 5 bulan, dan dimulai setelah anggaran diterima masing-masing sekolah penerima, yakni pada pertengahan Juli 2017 lalu. Secara teknis, jika gedung sekolah itu selesai di bangun, nanti akan diserahkan dulu ke Kemendikbud, setelah itu baru kemudian diserahkan untuk Pemda Poso.

Kurang lebih dua bulan masa pengerjaan fisik bangunan, Bupati Poso Darmin Agustinus Sigilipu yang didampingi beberapa pimpinan OPD Kabupaten Poso, melakukan peninjauan terhadap pembangunan gedung sekolah yang sedang dikerjakan, untuk mengetahui langsung sejauh mana tahap pengerjaannya, Rabu pekan lalu.

Salah satu sekolah yang ditinjau adalah SDN Alitupu, yang menerima bantuan rehab berat serta pembangunan gedung kelas baru, dengan anggaran bantuan senilai Rp 775 juta lebih.

Bupati Darmin berharap, pembangunan gedung-gedung tersebut harus maksimal, sesuai perencanaan, dan sesuai RAB.

“Tentunya saya berharap bangunannya harus bagus. Karena Napu ini masuk dalam kawasan patahan rawan gempa, jadi semua bangunan ini harus bagus. Atapnya menggunakan rangka baja,” ujar Darmin.

Gedung sekolah yang dibangun secara swakelola itu diharapkan selesai tepat waktu, yakni pada bulan Desember 2017 mendatang, sehingga dapat digunakan kembali oleh siswa-siswi yang hingga saat ini masih belajar di tenda. PR

Latest videos