POSO, MERCUSUAR – Selain untuk memacu pembangunan sarana serta prasarana di desa, Dana Desa (DD) dan Alokasai Dana Desa (ADD) 2016-2017, yang turun ke Desa Toinasa, juga dimanfaatkan untuk membantu Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Wingkendano.

Besaran DD dan ADD yang dikucurkan untuk membantu BUMDes Wingkendano, tak tanggung-tanggung. Di tahun 2016, BUMDes Wingkendano mendapat bantuan dari DD dan ADD sebesar Rp90 juta. Dana sebesar itu dimanfaatkan untuk pengadaan mesin pengisian ulang air galon dan gas Elpiji. Hal tersebut dikatakan I Wayan Sudano, salah satu pengurus BUMDes Wingkendano, Desa Toinasa.

“Untuk harga yang kami jual ke masyarakat, bisa dikatakan relatif cukup murah. Untuk pengisian ulang air minum, kami banderol dengan harga Rp5 ribu/galon. Sedangkan untuk gas elpiji kami jual sebesar Rp23 ribu/tabung. Harga itu jauh di bawah harga yang dijual di kios-kios yang ada di desa ini,” kata Nano, sapaan akrab I Wayan Sudano.

“Dengan adanya BUMDes ini, warga di Desa Toinasa, merasa sangat terbantu. Sebab, harga yang kami tawarkan mereka anggap memang cukup murah, karena kami juga mengambil gas elpiji langsung ke distributor. Untuk mesin pengisian ulang air galon, kami pasang yang Bio. Ini dibuat untuk memberikan kualitas air yang baik untuk warga di desa ini,” lanjut Nano.

BUMDes Wingkendano sendiri memperkerjakan tiga karyawan. Salah seorang dari karyawan tersebut, bertugas untuk mengantarkan air galon, pesanan konsumen.

Salah seorang pengurus BUMdes Wingkendano, Dion juga mengatakan, legalitas untuk badan hukum BUMDes Wingkendano sendiri, sudah terdaftar sah.

“Kantor kami sudah terdaftar ke badan hukum. Dengan adanya gas Elpiji yang kami jual di BUMDes ini, warga di desa ini, juga merasa sangat terbantu. Sebab, harga gas Elpiji yang ada di kios-kios atau warung-warung, kadang naik. Tapi harga di BUMDes ini tidak. Semoga ke depannya, BUMDes Wingkendano ini, dapat berkembang lebih maju lagi, guna membantu warga yang ada,” tutur Dion. PR

Latest videos