TANAMODINDI, MERCUSUAR- Badan Penelitian, Pengembangan dan Inovasi Daerah (BPPID) Provinsi Sulawesi Tengah memperkenalkan hasil penelitian intansi tersebut bekerjasama Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Bandung berupa mie non-gandum yang terbuat dari produk lokal yakni ubi, pisang dan jagung.

Dikatakan Hengki  Wowling Staf BPPID yang ditemui di stand pameran pada Hari Pangan Nasional tingkat Propinsi Sulteng, bahwa penelitian membuat mie non-gandum ini dilakukan selama setahun dengan menggunakan dana APBN di laboratorium dan riset LIPI Bandung dengan mengutus dua orang mengikuti penelitian dan pelatihan tersebut.

Selain menggunakan produk lokal, alat pembuat mienya juga didesain dan produksi sendiri sesuai jenis mie yang dihasilkan, lanjutnya. Mie non-gandum ini berbeda dengan mie yang diproduksi secara masal dengan bahan gandum sehingga hasilnya baik dan sehat, apalagi jika dijadikan mie goreng

“Kita namakan Mie Mocaf non-gandum dengan tiga pilihan jenis tepung mocaf yakni tepung beras dan tepung jagung selain tepung mocaf, karena produksi perdana maka belum diperjualbelikan hanya khusus selama pameran kita uji cobakan ke pungunjung,” ujarnya, Rabu (11/10/2017)

Untuk pengemasan formulasi mie non-gandum ini dengan basis 1 kg tepung terdiri terigu mocaf 500 gram, terigu beras 300 gram, terigu jagung 300 gram, garam 10 gram dan air 400 mili, sehingga menghasilkan 1 kg tepung mocaf mie non-gandum yang akan digiling di mesin cetak mie atau disebut mesin ekstruder.ABS

Harian Mercusuar

View all posts

Latest videos