SIRANINDI,MERCUSUAR – Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Palu bersama Dinas Kesehatan Sulteng, Dinas Kesehatan Kota Palu dan Badan Ketahanan Pangan Kota Palu kembali menggelar inspeksi mendadak (sidak) di sejumlah toko bahan kue dan penjual parsel di Kota Palu. Di salah satu toko penjual bahan kue di Palu Barat, petugas menemukan produk impor tepung kue yang tak memiliki nomor registrasi dari BPOM.

Menurut Koordinator Penyidikan dan Pengawasan BPOM Palu Drs Passima Apt, barang tersebut tidak dibenarkan dijual secara ecer di toko sebab tidak memiliki nomor registrasi. Dalam ketentuannya, jika tidak ada registrasi dari BPOM maka barang tersebut diperuntukkan ke pabrik dan tidak dibenarkan diecer atau dijual ke pribadi.

BPOM meminta barang tersebut untuk sementara tidak diperjualbelikan sebelum memiliki surat terdaftar. “Kami meminta pemilik toko segera menghubungi pihak distributor, untuk mempertanyakan surat izin impornya. Jumlahnya ada 13 karung dengan isi masing-masing karung seberat 15 kilogram,” kata Passima dalam sidak yang berlangsung Selasa (21/6/2016).

Ia tambahkan, jika toko terbukti mengedarkan barang tidak memiliki nomor registrasi dari BPOM, maka pemilik toko diminta untuk mengembalikan barang tersebut ke distributor. Bukti pengembalian lalu disertakan ke BPOM Palu. “Secepatnya pihak toko harus melaporkan hal nomor izin itu ke BPOM,” pungkasnya.

Sementara pemilik toko yang baru membuka tokonya selama dua bulan berjanji segera menghubungi pihak distributor untuk meminta izin impor dan menanyakan nomor registrasi BPOM. Jika tidak ada, maka akan bersedia mengembalikan barang tersebut.

“Saya akan amankan barang ini. Kasih saya waktu untuk meminta suratnya ke distributor. Secepatnya saya akan laporkan,” kata pemilik toko yang enggan menyebutkan namanya itu. ABS