Terkait Murid Keracunan

BESUSU BARAT, MERCUSUAR– Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) di Palu mengembalikan dua sampel makanan yang dikirimkan pihak Dinas Kesehatan Propinsi Sulawesi Tengah dan Puskesmas Singgani pada Kamis (16/11/2017) sore. Pasalnya kedua sampel yang masuk ke kantor BPOM tidak dilampirkan surat keterangan yang secara spesifik apakah keracunan makanan tersebut masuk dalam kejadian luar biasa (KLB) serta kronologis kejadianya.

Hal ini disampaikan Kasi Serlik BPOM Palu, Jabbar saat ditemui Mercusuar di kantor BPOM, guna mengklarifikasi adanya kejadian puluhan siswa SD dan MI yang mengalami keracunan makanan yang merupakan program Dinas Kesehatan Sulteng dalam pemberian tambahan makanan bergizi di 12 Sekolah SD/MI se-Kota Palu pada Rabu (15/11/2017).

Jabbar membenarkan, adanya sampel yang masuk ke BPOM Palu namun dikembalikan karena tidak memiliki keterangan  sesuai syarat penerimaan sampel dan bila ada pihak Dinas Kesehatan mengatakan itu merupakan KLB maka pemeriksaan sampel dapat digratiskan.

“Pihak BPOM tidak dapat sembarang menerima sampel tanpa keterangan yang menjelaskan gejala keracunan sebab banyak indikator pemeriksaan yang akan diuji, jika tidak jelas spesifiknya maka sampel tersebut kami minta disimpan dulu di kulkas milik Dinas Kesehatan sampai ada keterangan,”ujarnya, Jumat (17/11/2017).

Dia katakan di setiap Puskesmas sudah ada bagian survailens yang dapat memeriksa sampel sebelum dimasukan ke BPOM, bukan langsung diantar begitu saja tanpa disertai surat, dan kemungkinan sampel itu jika tidak diperiksa di laboratorium BPOM bisa saja diperiksa di bagian laboratorium milik Dinas Kesehatan.

Dia melanjutkan, memeriksa sampel makanan yang diduga penyebab keracunan membutuhkan waktu hampir sepekan, sebab ada proses yang harus diuji dalam inkubasi, jika ada sampel maka pihak BPOM akan langsung menguji tanpa menunda waktu namun sampel yang tanpa surat keterangan tidak dapat diproses.

“Tidak bisa diketahui hasilnya satu dua hari, karena uji mikroba itu lama diinkubasinya, pemeriksaan bisa sampai dua minggu jika masih membutuhkan detail pemeriksaan lengkapnya,” jelasnya. ABS

Harian Mercusuar

View all posts