LERE, MERCUSUAR– Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Kantor Wilayah Sulawesi Maluku (Sulama) menargetkan tahun 2018 pertumbuhan kepesertaan di wilayah kerjanya dapat tumbuh agresif, dengan target pencapaian iuran hingga akhir tahun sebesar Rp1,6 triliun.

Hal itu diungkapkan Deputi Direktur Wilayah Sulawesi Maluku, Sudirman Simamora, saat memberi keterangan pers di Hotel Mercure, Selasa (13/02/2018).

Sudirman mengungkapkan, tahun ini pihaknya optimis untuk meningkatkan kepesertaan secara masif dan agresif.¬† “Kami melihat potensi di wilayah sulawesi dan maluku ini sangat besar, baik itu potensi tenaga kerja formal, informal dan jasa konstruksi,” ujarnya.

Sudirman mengatakan, sumber penambahan iuran kepesertaan dari kenaikan upah minimun regional, perluasan akuisisi pemberi kerja baru daftar, pemberi kerja  daftar sebagian dan peserta pemberi kerja yang menunggak iuran.

“UMP/UMK tahun ini rata-rata tumbuh 8,7 persen, masih banyak sektor yang berkembang di wilayah kerja kami yakni sektor pertambangan, perkebunan dan pabrik. BPJS Ketenagakerjaan Kanwil Sulama tahun ini juga menargetkan penambahan tenaga kerja baru hingga akhir tahun sebanyak 1.366.438 tenaga kerja yang bersumber dari tenaga kerja formal, informal dan jasa konstruksi,” ujar Sudirman.

Sudirman juga menjelaskan, tahun ini kanwil Sulama optimis akuisi pemberi kerja baru sebanyak 18.532 pemberi kerja baru dan pemberi kerja aktif sebanyak 54.337 pemberi kerja.

“Untuk mendukung peningkatan kepesertaan ini, kami juga berkolaborasi dengan pemerintah daerah, perbankan dan agen PERISAI yang direkrut dari pihak eksternal,” ungkap Sudirman.

Klaim BPJS Ketenagakerjaan,tercatat data realisasi klaim BPJS Ketenagakerjaan se-Sulawesi dan Maluku pada akhir tahun 2017 untuk Jaminan Hari Tua (JHT) sebanyak 60.921 kasus dengan nilai Rp525,8 miliar.

“Dominansi klaim sepanjang tahun memang dari klaim JHT, baik peserta yang terdaftar di unit kerja kami, maupun klaim titipan kepesertaan sentralisasi di luar Sulawesi Maluku, namun beroperasi di wilayah kerja kami,” terang Sudirman.

Sudirman menambahkan, untuk klaim lain semisal Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) sepanjang tahun sebanyak 1.150 kasus dengan nilai klaim sebesar Rp22,3 miliar, Jaminan Kematian (JKM) sebanyak 1,039 kasus dengan nilai klaim Rp27,9 miliar. Jaminan Pensiun sebanyak 773 kasus dengan nilai klaim Rp1,3 miliar.

“Untuk memudahkan peserta untuk melakukan klaim, kami saat ini sudah bekerja sama dengan bank pemerintah untuk penerimaan berkas klaim JHT, provider kesehatan untuk mengkaver peserta yang mengalami kecelakaan kerja, dan kantor cabang baik yang ada di ibu kota daerah dan kabupaten di semua daerah di wilayah Sulawesi dan Maluku,” pungkas Sudirman. ABS

 

Harian Mercusuar

View all posts