MERCUSUAR – Bank Pembangunan Daerah (BPD) turut memberikan kontribusi dalam geliat perekonomian nasional. Asosiasi Bank Pembangunan Daerah (Asbanda) terus melakukan pembenahan di segala lini sebagai komitmen untuk memperbesar kontribusi dalam membangun perekonomian daerah. Salah satu upaya yang dilakukan adalah melalui Program Transformasi BPD sebagai kelanjutan dari Program BPD Regional Champion.

Melalui Program Transformasi BPD ini, BPD diharapkan dapat menjadi Bank yang Kompetitif, Kuat, dan Kontributif bagi pembangunan daerah, serta menjadi pilihan masyarakat dan kebanggaan daerahnya. Ke depan, diharapkan BPD bahkan mampu secara lebih luas mengisi relung-relung kebutuhan jasa perbankan masyarakat Indonesia pada tingkat nasional.

Ketua Asbanda, Eko Budiwiyono, sebagaimana dikutip dari buku Program Transformasi BPD,  menyatakan Program Transformasi BPD memiliki tiga sasaran utama yaitu: (i) peningkatan kemampuan bisnis dan pelayanan, (ii) penguatan ketahanan kelembagaan, dan (iii) peningkatan kontribusi untuk pembangunan daerah, yang dilandasi oleh penerapan tata kelola yang baik (good corporate governance), manajemen risiko dan pengendalian internal yang efektif serta budaya kerja (corporate culture) yang kuat. Serta didukung oleh permodalan, sumber daya manusia serta infrastruktur dan system operating procedur yang memadai.

BPD perlu bertransformasi karena terdapat beberapa permasalahan mendasar yang perlu dibenahi secara struktural yakni:

  1. Kontribusinya terhadap pembangunan daerah masih rendah yang tercermin dari relatif kecilnya pangsa kredit produktif yakni baru mencapai 26%.
  2. Tata kelola, sumberdaya manusia, manajemen risiko dan infrastruktur yang belum memadai yang memicu peningkatan kredit bermasalah segmen produktif.
  3. Daya saing BPD masih rendah karena produk dan mutu pelayanan belum memadai.

BPD perlu bertransformasi untuk membenahi kelemahan struktural tersebut dan memperkuat fondasi organisasi agar mampu tumbuh dan bersaing sehingga lebih berperan dalam perekonomian daerah ke depan. Maka dari itu, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Asosiasi Bank Pembangunan Daerah (ASBANDA) telah menyusun kerangka Program Transformasi BPD yang holistik dan seimbang antara aspek bisnis, risiko, dan pendukung (pondasi).

Visi Program Transformasi BPD adalah menjadi bank yang berdaya saing tinggi dan kuat, serta berkontribusi signifikan bagi pertumbuhan dan pemerataan ekonomi daerah yang berkelanjutan. Melalui Program Transformasi dimaksud, diharapkan BPD akan menjadi pemimpin di daerahnya dan sebagai grup bank terbesar, terbaik, dan terkuat di industri perbankan nasional.

Salah satu strategi efektif untuk mewujudkan visi dan ketiga sasaran BPD tersebut adalah melalui pengembangan “Strategic Group” BPD sebagai wdah pengembangan strategi bisnis, produk dan pelayanan, serta pengembangan dan standarisasi platforms di bidang Sumber Daya Manusia, Good Corporate Governance dan Manajemen Risiko, dan Teknologi dan Sistem Informasi Manajemen. Perlu diketahui bahwa Strategic Group tersebut tidak dimaksudkan untuk menggabungkan BPD dalam satu lembaga, namun untuk mengoptimalkan sinergi antar BPD sehingga lebih efisien dan efektif dalam pengelolaan bisnisnya.

Untuk itu, telah diluncurkan lima Workstream Transformasi BPD, yang terdiri dari:

  1. Pengembangan Strategic Group BPD;
  2. Pengembangan Sumber Daya Manusia;
  3. Pengembangan Produk dan Pelayanan;
  4. Peningkatan Good Corporate Governance dan Manajemen Risiko; dan
  5. Pengembangan Teknologi dan Sistem Informasi Manajemen.

Dengan komitmen dan kesungguhan dari seluruh pengurus Asbanda dan BPD dalam melaksanakan Program Transformasi tersebut diyakini dalam tujuh atau sembilan tahun ke depan diharapkan BPD sebagai “Strategic Group” akan mampu   menjadi salah satu kelompok bank terbesar dan terbaik atau menjadi pemimpin pasar (market leader) di Indonesia. HAI/ADV

Harian Mercusuar

View all posts