UJUNA, MERCUSUAR- Untuk mengembangkan keterampilan hidup (life skill) dan pemberdayaan anti narkoba di kawasan yang dianggap rawan, maka Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sulteng memfasilitasi 10 warga Kelurahan Nunu Kecamatan Tatanga untuk mengikuti pelatihan membuat kerajinan tangan (handmade)dari limbah daur ulang di salah satu hotel di Kota Palu, Selasa (31/10/2017).

Kepala Seksie Pemberdayaan Masyarakat BNNP Sulteng, Aty Makka menjelaskan, kegiatan tersebut melibatkan peserta  dari kelurahan yang dinilai rawan terhadap peredaran narkoba di Kota Palu, selain peserta dari karang taruna juga terdapat eks binaan BNNP Sulteng.

“Pelatihan  pembuatan produk tas dari daur ulang ini kami prioritaskan bagi warga yang tinggal di Kelurahan Nunu, karena memang selama ini kita sudah lakukan pelbagai upaya melalui pencegahan pemberantasan narkoba,” kata Aty.

Untuk tahun ini hanya hanya satu daerah yang dapat terprogramkan, dimana pelatihan life skill ini dilaksanakan selama dua hari sejak 30-31 Oktober 2017. Diharapkan, setidak sejumlah warga Kelurahan Nunu mulai perlahan mengalihkan aktivitas transaksi narkoba dengan pengembangan life skill dari UKM Handmade Kartika Purnomo, dimana untuk tindak lanjutnya pihak BNNP kembali melakukan evaluasi hasil keterampilan ini pada akhir November, untuk mengetahui keberlanjutan atau tidak, serta apa hambatannya.

“Kami harapkan usai ikut pelatihan handmade, peserta bisa terampil dan mandiri, seperti melanjutkan hasil pelatihan ini sehingga mereka dapat berdaya agar para eks pengguna ini tidak kembali menyalahgunakan narkoba dengan mempunyai lapangan pekerjaan untuk menghidupi diri sendiri dan keluarganya,” ungkapnya.

Sementara itu, warga Kelurahan Nunu yang enggan menyebutkan namanya menuturkan, dirinya sangat mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan BNNP, dimana telah membantu memfasilitasi pelatihan keterampilan ini, sekaligus mengubah pola hidup warga Nunu yang sebelumnya transaksi narkoba menuju aktivitas yang positif. ABS

Harian Mercusuar

View all posts