PALU, MERCUSUAR – Gabungan Petugas Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sulawesi Tengah dan BNN Kota Palu merazia pengunjung EN Karaoke di Jalan Thamrin, sampai pukul 03.00 Minggu (6/8) dini hari. Bentuk razia bukan lagi mencari barang bukti narkoba, kecuali setiap pengunjung wajib tes urine.

Sekitar satu jam sebelumnya, polisi juga datang melakukan razia khusus untuk mencari anggota polisi yang masuk ke tempat hiburan malam. Namun sejumlah pengunjung menilai Provost yang merazia anggota polisi itu salah waktu.

“Kalau mau merazia anggota polisi, jangan datang malam Minggu, di malam-malam biasa, pasti akan menemukan anggota polisi,” kata sejumlah pelanggan di karaoke itu.

Mereka hanya melakukan razia di hall, tidak sampai melakukan pemeriksaan di kamar-kamar karaoke di bagian belakang hall.

Ketika petugas BNN datang, semua pengunjung yang memadati hall EN Karaoke wajib tes urine. Setelah itu, mereka pindah lagi ke bagian belakang untuk mengetes urine pengunjung yang sedang berkaraoke di dalam ruangan. Pengunjung karaoke termasuk pemandu karaoke di semua kamar juga wajib tes urine.

Setiap pengunjung wajib menulis nama, alamat, pekerjaan, usia, lalu bertanda tangan. Setelah itu diberi wadah dan diantar ke kamar kecil. Petugas harus menyaksikan bagaimana ia membuang air kecil ke dalam wadah tadi.

Kemudian petugas melakukan pemeriksaan dengan menggunakan rapid test. Beberapa menit kemudian hasilnya pun sudah diketahui, negatuf atau positif menggunakan narkoba.

Pengunjung laki-laki dikawal pula oleh petugas laki-laki. Demikian pula pengunjung perempuan dikawal ya, hanya ada beberapa orang yang dicurigai menggunakan narkoba. Mereka pun kemudian digiring ke kantor BNN untuk pemeriksaan selanjutnya.

Kebanyakan pengunjung sangat antusias untuk melakukan tes urine. “Untuk apa takut kalau memang tidak pernah memakai narkoba,” kata para pengunjung.MAN

Harian Mercusuar

View all posts