PALU, MERCUSUAR- Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Sulteng membuka pusat konsultasi dan sosialisasi penggunaan alat-alat kontrasepsi bagi pria dan wanita, dalam gelaran Sulteng Expo 2016 yang dibuka Rabu (13/4/2016). Pusat konsultasi dan sosialisasi tersebut dipadati oleh pengunjung, baik tua maupun muda yang membutuhkan informasi terkait metode kontrasepsi.
Kepala Sub Bidang Advokasi Komunikasi Informasi dan Edukasi (KIE) BKKBN Sulteng, La Ode Dia, Kamis (14/4/2016) mengatakan, selama gelaran Sulteng Expo kali ini, pihaknya membuka pusat konsultasi metode kontrasepsi untuk membantu mensosialisasikan kepada masyarakat tentang penerapan keluarga berencana.
Pada hari kedua Sulteng Expo tersebut, stand BKKBN Sulteng dipadati oleh masyarakat yang membutuhkan informasi terkait metode kontrasepsi. Adapun sosialisasi dari pihak BKKBN Sulteng dipandu langsung oleh Kasubid KIE BKKBN Sulteng, La Ode Dia. Pengunjung yang datang tidak hanya dari masyarakat umum namun juga dari sejumlah pengelola stand di Sulteng Expo 2016.
Mira, salah satu pengunjung stand BKKBN Sulteng mengomentari sosialisasi tersebut. Menurutnya, sosialisasi metode kontrasepsi tersebut sangat berguna, terutama bagi ibu-ibu muda seperti dirinya.
“Di sini saya jadi tahu mana metode kontrasepsi yang pas untuk saya dan suami,” ujar Mira.
Selain mencari tahu apa alat kontrasepsi yang cocok untuk diri masing-masing, para pengunjung di stand tersebut juga berkonsultasi terkait metode kontrasepsi yang telah dijalani. Salah satunya adalah Nur, warga Kelurahan Baiya.
Menanggapi hal tersebut, La Ode Dia menjelaskan bahwa metode kontrasepsi menggunakan suntik dan pil kb mempengaruhi hormon dari si pengguna. Menurutnya gejala yang timbul adalah reaksi dari masing-masing kontrasepsi.
“Kalau memang dirasa tidak cocok, boleh berkonsultasi dengan kami atau dokter terdekat,” ujar La Ode Dia. JEF