PARMOUT,MERCUSUAR-Ada yang menarik pada pembahasan Rancangan Kerja Anggaran(RKA) APBD tahun 2017, pada dinas Ketahanan Pangan,Holtikulturan dan Perkebunan kabupaten Parmout dengan komisi II DPRD Kabupaten Parmout Senin 10/12 kemarin.

Dimana dalam pembahasan itu sejumlah anggota komisi dua menyoroti soal anggaran perjalanan dinas pada dinas tersebut yang mencapai Rp 2milyar,sementara terkait program yang bersentuhan langsung dengan masyarakat hanya mencapai Rp 189 juta saja.

Seperti yang diungkapkan oleh Sugeng Salilama dimana kata dia berdasarkan RKA tahun 2017,  dari total anggaran belanja langsung pada dinas tersebut Rp 3milyar lebih ,biaya perjalanan dinas cukup tinggi  yakni mencapai Rp 2milyar.

Sementara untuk program yang bersentuhan dengan masyarakat hanya mencapai Rp189 juta lebih saja. Itupun kata dia untuk pengadaan bibit saja.

Sehingga pihaknya meminta agar pihak dinas lebih konsen pada peningkatan kesejahteraan petani.

“saat ini petani sudah sangat susah sekali untuk makan,kalau hanya  Rp189 juta program yang bersentuhan dengan petani tentunya sangat disayangkan,” jelasnya.

Apa lagi kata dia banyak program yang berada pada dinas tersebut,namun banyak yang berbentuk fisik sementara program pemberdayaan hanya sedikit.

Olehnya itu pihaknya berharap agar pada pembahasan di tingkat komisi biaya perjalanan dinas pada SKPD tersebut perlu di rasionalisasikan,karena sudah tidak imbang. Dalam artian sebagian anggaranya dialihakn pada program pemberdayaan masyarakat petani saja.

Hal senada juga diungkapkan oleh Masrin M.Said menurutnya dalam RKA yang diajukan tersebut tidak imbang antara belanja kepentingan masyarakat dengan biaya perjalanan dinas.

Bahkan anggaran yang ada pada dinas tersebut kalau dilihat pada RKA yang ada belum pro ke masyarakat bahkan lebih banyak pemberdayaan aparatur.

“olehnya itu saya minta agar anggaran perjalanan dinas tersebut kembali dirasionalisasikan pada pembahasan selanjutnya.

Sedangkan itu ketua komisi II I Made Yastina mengaku akan kembali melakukan pembahasan dengan dinas ketahanan pangan,holtikultura dan perkebunan untuk membahasan lebih lanjut.

Terkait anggaran perjalanan dinas cukup besar pada dinas tersebut pihaknya akan melakukan rasionalisasi dengan cara tidak mengurangi kegiatan akan tetapi mengurangi volumenya.

Untuk tahun kata I Made Yastina anggaran perjalanan dinas pada dinas tersebut cukup tinggi jika dibandingkan pada tahun sebelumnya hanya mencapai Rp 1 milyar lebih.

Sementara itu kepala dinas pertanian dan Peternakan Hacino.P berdalih  bahwa tingginya anggaran perjalanan dinas karena ada sejumlah pameran terkait pertanian maupun yang lainya yang rutin diadakan di luar daerah.

Sehingga pihaknya harus berangkat,karena kata dia kalau dinas pertanian yang ada di Parmout tidak berangkat tentunya akan menjadi pertimbangan dan penilaian untuk mendapatkan bantuan dana dari pusat.

Sementara untuk program yang bernilai Rp 189 juta kata dia untuk pengadaan bibit pala,lada dan cengkeh serta pengadaan bibit durian dan padi kepada masyarakat.TIA

Komentar

komentar