Seleksi Timnas Gothia Cup China

PALU, MERCUSUAR – Pesepakbola usia dini sejatinya harus terus diingatkan untuk menggunakan kecerdasan dalam bermain bola karena hal itu diharapkan akan terus terbawa hingga dewasa. Berbicara intelligence atau kecerdasan, pemain-pemain Sulteng yang mengikuti seleksi timnas U-15 proyeksi Gothia Cup China dinilai tertinggal dari daerah Jakarta dan Malang saat seleksi yang dilaksankan di lapangan Rindam Jaya Condet Jakarta Timur.

Coach Kamaluddin yang mendampingi anak-anak Palu di Jakarta menyebut skill Ragil Dimas, Roly Gogali dan Muhammad Khaidir setara dengan pemain yang ikut seleksi dari Malang dan Jakarta. Namun intelligence dalam bermain diakuinya masih tertinggal dengan pemain asal Jakarta dan Malang tersebut.

“Secara skill anak-anak kita tidak kalah dari anak-anak Jakarta dan Malang. Hanya saja kita masih ketinggalan dari intelligence atau kecerdasan dalam bermain. Karena bagi pesepakbola muda hal itu sangat dibutuhkan dan menjadi pondasi yang sangat vital dalam permainan,” ujar Kamaluddin saat dikonfirmasi via ponsel, Minggu (4/6/2017).

Selain hal tersebut, dari segi postur tubuh juga menjadi penilaian yang mendasar dan membuat anak-anak Sulteng sudah tertinggal selangkah.

“Kita juga tertinggal soal postur tubuh karena rata-rata pemain yang ikut seleksi semuanya besar-besar,” kata Kamaluddin. Dijadwalkan hari ini, Senin (5/6/2017), Ragil Dimas dkk akan kembali ke Palu. CLG

Komentar

komentar

Issrin Assagaf

Lihat semua tulisan