PARMOUT,MERCUSUAR – Setelah lima hari ditahan oleh aparat TNI di kantor bulog Sulteng cabang Olaya,akhirnya belasan Truck yang bermuatan beras dibebaskan pada Sabtu Malam 23/7 akhir pekan kemarin.

Dimana rencananya truck yang bermuatan  ratusan ton beras yang diatahan  tersebut akan dijual ke Gorontalo dan Manado, namun dalam perjalanan puluhan truk itu dicegat oleh anggota TNI lalu diarahkan ke gudang Bulog Olaya.

Menurut pengakuan para sopir maupun pemilik, truk-truk yang jumlahnya mencapai 30-an tersebut ditahan di gudang Bulog Olaya selama lima hari.

Dilepaskannya puluhan truk itu berkat upaya Bupati Parmout, H. Samsurizal Tombolotutu yang turun langsung mengatasi persoalan tersebut, pasalnya para petani yang tergabung dalam wadah Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kabupaten Parmout mengancam akan melakukan aksi unjuk rasa besar-besaran sambil membakar beras milik mereka.

Dimana Bupati Parmout yang ditemui di gudang Bulog Olaya  mengaku khawatir, jika hal itu terjadi dan ekspos oleh media massa maka bisa menjadi isu nasional.

“Tadi sore (Sabtu,red) perwakilan petani bersama ketua KTNA dan anggota DPRD mendatangi saya di rumah jabatan. Mereka meminta saya untuk mencari solusi terbaik terkait persoalan ini. Jika tidak ada solusi mereka mengancam akan melakukan demo besar-besaran sambil membakar beras pada hari Senin (hari ini,red), Jika ini dibiarkan bisa menjadi isu nasional berdampak kurang baik bagi Bulog, TNI dan Pemkab Parigi Moutong serta Pemprov Sulteng,”tandasnya.

Namun dalam upaya pembebasan truk pengangkut beras itu, Samsurizal melakukan koordinasi dengan berbagai pihak melalui ponsel sejak Sabtu sore hingga malam.

Pantauan media ini, Samsurizal melakukan komunikasi melalui ponsel dengan Kepala Divre Perum Bulog Sulteng, Maruf,  Komandan Korem 132 Tadulako, Kolonel Inf Muhammad Saleh Mustafa dan Gubernur Sulteng,  H Longki Djanggola,  yang kemarin masih berada di Swiss.

Selain itu Samsurizal juga melakukan komunikasi dengan anggota DPR-RI Dapil Sulteng, Supratman Andi Agtas, Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian DR Ir Sumardjo Gatot Irianto, MS, DAA, Asisten Teritorial (Aster) Panglima TNI dan Panglima Kodam VII/Wirabuana Mayjen TNI Agus Surya Bakti.

Dalam perbicangan melalui ponsel itu, Bupati Samsurizal menjamin ketersediaan penjualan beras petani Parmout  ke Bulog yang awalnya 10 persen dari total produksi lokal beras Parmout menjadi 15 persen.

Dilepaskan truk pengangkut beras tersebut disambut gembira oleh para sopir dan pemilik beras, Namun sebelum dilepaskan, sebanyak 15 persen dari total beras yang dimuat diatas truk tersebut akan diturunkan untuk dijual ke Bulog.

Alternatif lain, beras di truk tidak lagi dibongkar, tapi pemilik beras akan mengantar beras lain untuk di jual ke Bulog yang jumlahnya 15 dari total muatan truk.

Setelah hal itu dianggap beres, Komandan Koramil Parigi mengeluarkan semacam surat jalan sehingga beras yang diangkut di atas truk tersebut bebas keluar wilayah Sulteng. Kebijakan tersebut berlaku untuk seluruh truk bermuatan beras yang juga ditahan di beberapa gudang Bulog lain di wilayah Kabupaten Parmout.

Sebelumnya diberitakan  puluhan petani dan pedagang beras yang tergabung dalam KTNA Kabupaten Parimo melakukan aksi unjukrasa di depan kantor DPRD Parmout, Mereka menuntut agar puluhan truk yang ditahan di gudang bulog tersebut dilepaskan. Selain itu para petani juga menuntut bulog membeli beras petani sesuai harga pasar.TIA