POSO, MERCUSUAR – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Poso mengaku mulai gerah dengan ulah perusahaan yang masih menunggak pajak galian C di wilayahnya.

Meski sudah berulang kali dilakukan penagihan, sejumlah perusahaan masih saja mangkir dan enggan membayar pajak yang ditagih sesuai volume penggunaan material.

Kepala Bapenda Poso Atmadjaja Mardjun mengatakan, proses penagihan yang dilakukan sudah melampaui batas waktu ditetapkan. Sehingga tak heran kalau Bapenda Poso menempuh jalur hukum dan meminta aparat penegak hukum turun tangan menangani ulah para pengemplang pajak galian C itu.

“Sudah ada perusahaan yang kita laporkan ke Kejaksaan Negeri Poso untuk diproses sesuai hukum yang berlaku,” aku Atmadjaya tanpa menyebut nama perusahaan dimaksud. Hanya saja dia menyatakan bahwa perusahaan tersebut adalah perusahaan asal Kota Palu yang melakukan pekerjaan peningkatan ruas jalan dalam wilayah Poso tahun 2016 lalu.

“Masalahnya sampai dengan proyek yang dikerjakan telah rampung, pihak perusahaan belum juga melunasi pajak galian C,” jelas Atmadjaja.

Meski telah melibatkan aparat penegak hukum dalam upaya memberi efek jera bagi para pengemplang pajak, namun Atmadjaja mengaku masih sebatas mediasi dengan pihak perusahaan. “Pimpinan perusahaan dimaksud sudah pernah datang dan mengaku akan melunasi segala tunggakan, namun belum ada juga realisasi. Bahkan pernah dilakukan upaya mediasi antara Kejaksaaan Negeri Poso dengan perusahaan tersebut dan Dispenda,” papar Atmadjaja, Rabu (24/5/2017).

Untuk proses selanjutnya, Bapenda menurutnya telah menyerahkan kasus sepenuhnya ke Kejari Poso untuk diproses sesuai hukum yang berlaku. “Yang jelas kita sudah serahkan ke Kejaksaan. Soal bagaimana penanganan selanjutnya, biarlah menjadi urusan aparat penegak hukum,” tegasnya.

Dia berharap dengan adanya upaya hukum, menjadi contoh bagi perusahaan lain yang memiliki pekerjaaan di Poso, terutama mereka yang menggunakan material galian C untuk disiplin dan taat membayar pajak bagi daerah.

“Karena pajak yang anda bayar juga akan digunakan kembali bagi pembangunan daerah dan peningkatan perekonomian masyarakat,” tandasnya. ULY

Harian Mercusuar

View all posts