PARMOUT,MERCUSUAR– Wakil Ketua DPRD Kabupaten Parigi Moutong (Parmout), Taufik Borman, meminta kepada setiap anggota badan anggaran (Banggar) meneliti anggaran di setiap OPD terkait persoalan pemberangkatan ke Moscow, Rusia, oleh Pemkab Parmout belum lama ini.

Permintaan tersebut dikarenakan Pemkab Parigi Moutong berdalih, dana yang digunakan rombongan tersebut bersumber dari Kementerian RI.

“Saya minta anggota Banggar meneliti setiap anggaran pada pembahasan APBD-P nanti,” ujar Taufik Borman, saat memimpin rapat paripurna terkait jawaban Bupati Parmout terhadap Pandangan Umum Fraksi tentang KUA PPAS 2018 dan KUA PPAS  2017, Rabu (23/7/2017).

Jawaban Bupati Parmout yang dibacakan oleh Asisten III Parmout, Veis Karandja, mengatakan bahwa dana yang digunakan tersebut dari Direktorat Diplomasi dan Warisan Budaya sebesar Rp102.870.000,00 dan dari Direktorat Kesenian sebesar Rp57.929.200,00 sehingga total Rp160.799.200,00.

“Karena dalam hal tersebut Direktorat Jenderal Kebudayaan menyetujui usulan keberangkatan delegasi ke Moscow untuk mengikuti Festival Indonesia 2017,” terang Veis.

Sedangkan manfaat dari keikutsertaan, lanjut dia, disamping untuk mengenalkan potensi pariwisata  Kabupaten Parmout ke internasional, juga diharapkan mengundang investor berinvestasi di Parmout.

Dalam penjelasan bupati, bahwa khasiat kelor di Sulteng khususnya di Parmout  menjadi bahan perbincangan. Bahkan produk dari bahan olahan kelor di Parmout mendapat tawaran dari Kamar Dagang Indonesia (Kadin)  Jakarta untuk memperluas pemasaranya ke China dan Amerika.

Pemkab Parmout juga bekerjasama dengan salah satu sekolah internasional  tentang pengiriman 40 orang siswa Rusia ke Parmout untuk mempelajari kesenian musik Dadendate dan Kakula Nuada.

“Tentunya hal ini mengangkat nama Parmout di Internasional, bahkan bisa menumbuhkembangkan minat wisatawan asing datang di Parmout,” paparnya.

Mendengar jawaban dari bupati, Ketua Fraksi PDIP, Sugeng Salilama, merasa tidak puas karena di Parmout sendiri tidak ada budidaya kelor yang dilakukan, bahkan gudang penampungan kelor saja belum ada.  TIA

Harian Mercusuar

View all posts