BANGGAI, MERCUSUAR  – Pengamanan di Bandar Udara Syukuran Aminudin Amir Bubung Luwuk benar-beenar kecolongan. Seorang wanita tanpa identitas dikabarkan lolos melewati pembatas antara area pengunjung, penumpang dan pintu keberangkatan, hingga akhirnya naik ke pesawat Garuda tujuan Makassar tanpa diketahui oleh petugas. Peristiwa tersebut terjadi pada Jumat (25/11/2016) sekira pukul 08.50 wita itu, bersamaan dengan jadwal keberangkatan pesawat Garuda tujuan Makassar.

Beruntung, atas kesigapan awak kabin pesawat Garuda jenis Bombardir itu, perempuan yang diduga kurang waras itu akhirnya diamankan sebelum pesawat mengudara. Masuknya penumpang tanpa identitas itu, diketahui awak kabin setelah melakukan pengecekan jumlah penumpang yang melebihi daftar manifes. Dan setelah dilakukan pemeriksaan, ternyata ada penumpang wanita yang tidak memiliki boarding pass serta tiket.

Peristiwa itu sempat menghebohkan para penumpang, namun sayangnya otoritas Bandara Bubung yang coba dikonfirmasi terkait hal ini terkesan bungkam. Bahkan Kepala Bandara Bubung Yuyus Yudana yang dihubungi melalui telpon selulernya, tidak memberikan tanggapan terkait peristiwa itu.

Pengakuan adanya wanita yang lolos hingga naik ke pesawat itu diakui Muhammad Anshar, Kepala Jasa dan Kerjasama Bandara Syukuran Aminuddin Amir Luwuk. Meski demikian, Muhammad Anshar yang dihubungi melalui ponselnya, mengaku belum bisa memberikan informasi lengkap terkait kasus itu karena masih didalami oleh Pos Polisi Bandara dan pihak Polres Banggai. Ia mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan pimpinannya di Subdit PPNS sebagai upaya tindak lanjut.

Lolosnya wanita tanpa identitas dan tidak memiliki tiket serta boarding pass, juga diakui I Made Supertama, General Manager Branch Office Luwuk PT Garuda Indonesia yang dihubungi media ini. ia mengatakan, pihaknya telah menyurat kepada otoritas Bandara Bubung, terkait peristiwa itu dan telah melaporkan secara internal ke PT Garuda Indonesia.

Menariknya kata Made, saat peristiwa itu, kebetulan ia juga berada di dalam pesawat tujuan Luwuk – Makassar sebagai penumpang. Bahkan penumpang tanpa identitas itu, duduk bersebelahan dengannya di dalam pesawat, sebelum akhirnya diturunkan karena tidak memiliki boarding pass dan tiket.

Menurut I Made Supertama, sesuai standar penerbangan, sebelum pesawat akan take off, awak kabin akan mengecek jumlah penumpang yang akan terbang pada hari itu.

Saat tengah dilakukan penghitungan jumlah penumpang, ternyata kelebihan satu orang dari seharusnya berjumlah 77 penumpang, ternyata yang ada di dalam pesawat berjumlah 78 orang. Penghitungan saat itu bahkan dilakukan hingga tiga kali, namun jumlahnya tetap 78 orang, hingga akhirnya dicari dan ditemukan adanya satu penumpang tanpa identitas yang duduk dikursi nomor 8 dalam pesawat itu.

Setelah dicek, wanita berbaju hitam yang duduk disebelahnya ini tidak bisa menunjukan identitas, termasuk boarding pass, hingga akhirnya diminta turun dari pesawat dan menjalani pemeriksaan.

“Kita sudah bersurat ke otoritas bandara dan melaporkan kajadian itu secara internal. Kita berharap kejadian serupa tidak terulang kembali dimasa mendatang, kebetulan wanita itu duduk di samping saya. Namun saya bisa pastikan penumpang gelap itu tidak bisa terbang, karena kita pasti melakukan pengecekan berlapis dalam pesawat, namun kelihatannya gelagat wanita itu kurang waras,” katanya saat menghubungi wartawan Banggai Raya.

Berdasarkan penelusuran media ini, Jumat kemarin terdapat tiga penerbangan dengan dua tujuan berbeda. Otoritas bandara pada saat itu membuka dua pintu keberangkatan, sehingga kemungkinan wanita tanpa identitas yang berpakaian rapi ini, berhasil lolos dari pengawasan. Namun berkembang kabar bahwa wanita yang lolos hingga masuk kedalam badan pesawat Garuda itu diperkirakan masuk lewat jalur kedatangan VVIP dan langsung menuju pesawat.

Kini wanita tanpa identitas itu tengah berada di Mapolres Banggai menjalani pemeriksaan. Namun sejumlah pertanyaan yang diajukan penyidik Satreskrim Polres Banggai dijawab ngelantur dan terkesan tidak nyambung. Bahkan wanita yang memiliki satu tas kecil dan dompet berisi uang dua ratus ribu rupiah itu, tidak dapat menyebutkan namanya serta tidak ditemukan kartu identitas apapun.

Kendati demikian, polisi masih akan melakukan pemeriksaan lanjutan dan akan mencari detail informasi wanita yang nyaris saja berhasil terbang gratis ke Makassar itu.

Pihak Polres Banggai yang memiliki petugas pengamanan di Bandara Bubung juga belum bersedia memberikan penjelasan detail terkait peristiwa tersebut. IKB

Harian Mercusuar

View all posts

Latest videos