PALU, MERCUSUAR– Gubernur Sulteng Longki Djanggola menyatakan sikapnya akan menindak tegas terhadap Apartur Sipil Negara (ASN) yang terbukti ikut politik praktis pada penyelenggaraan Pilkada Serentak 2015 silam.

“Yang terlibat politik praktis, Saya mohon maaf terpaksa menerima hukuman,  saya tidak akan pilih kasih menerapkan aturan,” tegas Longki kepada  peserta upacara gabungan lintas SKPD lingkup Provinsi Sulteng, Senin (20/6/2016), di halaman kantor Gubernur.

Longki juga mengingatkan ASN dilingkup Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulteng untuk segera meningkatkan kinerja dan produktivitasnya. Hal itu menyikapi semangat Pegawai Negeri Sipil (PNS) dilingkup Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulteng yang cenderung mulai menurun kinerjanya di bulan Ramadan ini. “ Jangan karena puasa menurunkan produktivitas,” tegas Longki.

Peningkatan kinerja dan produktivitas kata Gubernur sekaligus warning bagi PNS di Sulteng perihal rasionalisasi atau pengurangan 1 juta PNS yang akan dilaksanakan mulai tahun  2017 hingga 2019.

“Mari kerja keras tunjukkan kinerja, prestasi kerja saudara agar saudara tidak kena perampingan PNS,” imbau Gubernur saat menjadi inspektur upacara pada Senin (20/6/2016), di halaman Kantor Gubernur.
Lebih lanjut dikatakan Gubernur bahwa untuk mengetahui kapabilitas PNS bersangkutan akan dilaksanakan tes seputar kinerja dan output pekerjaannya.

“Jangan salahkan siapa-siapa tapi salahkan dirimu sendiri kalau terkena,” tegasnya.
Pada kesempatan itu, Gubernur Longki secara terbuka mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan masyarakat Sulteng kepada dirinya dan Sudarto untuk kembali memimpin Sulteng hingga 2016.

“Terima kasih tak terhingga atas kepercayaan kepada saya dan Pak Darto untuk memimpin di periode ke-2,” tambahnya.
Di akhir penyampaian,  lagi-lagi Gubernur mengingatkan supaya PNS jangan sampai melakukan politik praktis.

“Sebagai PNS jangan terlibat politik praktis makanya saya minta bekerja dengan baik dan benar, tunjukkan kerja keras, kerja cerdas membangun Sulawesi Tengah yang lebih maju dan berdaya saing,” harapnya seraya mengingatkan peserta upacara.

“Semoga tidak ada PNS Sulawesi Tengah yang kena rasionalisasi itu, buktikan bahwa Kita bisa kerja seperti harapan pemerintah,” pungkas Gubernur mengakhiri sambutan lepasnya. SAH

Komentar

komentar

Babuljanna Srihafsa

Lihat semua tulisan