PALU, MERCUSUAR – Total aset bank umum dan bank perkreditan rakyat (BPR) di Sulteng kurun Januari 2017 mencapai Rp 29,14 triliun. Nilai tersebut turun sebesar Rp1,52 miliar atau 4,95 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Dari Rp 29,14 triliun aset perbankan di Sulteng di periode ini, aset bank umum sebesar Rp26,95 triliun (92,48 persen). Adapun total aset BPR di Sulteng mencapai Rp2,19 triliun (7,52 persen).  Porsi aset terbesar  terdapat di Kota Palu (57,16 persen), sedangkan porsi terkecil di Kabupaten Donggala (0,35 persen).

Demikian ikhtisar statistik ekonomi dan keuangan daerah Sulteng periode Februari yang disajikan Bank Indonesia Sulteng dan diterima redaksi, Selasa (18/4/2017). Ikhtisar ini dikeluarkan Manajer Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sulteng, Edi Arago Waigeo.

Di periode ini, posisi dana pihak ketiga (DPK) perbankan di Sulteng sebesar Rp17,98 triliun, naik sebesar Rp649,8 miliar atau 3,74 persen dibandingkan periode bulan Desember 2016. DPK tersebut terdiri dari tabungan Rp9,68 triliun (53,86 persen), simpanan berjangka 5,24 triliun (29,11 persen) dan giro Rp3,06 triliun (17,02 persen).  Porsi penghimpunan  DPK terbesar berada di Kota Palu 50,98 persen dan terkecil di Kabupaten Sigi (0,73 persen). DAR

Harian Mercusuar

View all posts