PALU, MERCUSUAR – Keinginan besar untuk membuat Sepakbola Sulawesi Tengah khususnya Kota Palu sejajar dengan daerah lain di Nusantara perlahan namun pasti dibangun Asosiasi Sekolah Sepakbola Palu (ASSP).

Bekerja tanpa dana dari pemerintah memang begitu sulit dilakukan ASSP yang notabene lahir dari inisitif klub Sepakbola professional Palu, Celebest FC.

Meski demikian dengan niat tulus untuk membangun Sepakbola usia dini, maka segala upaya terus dilakukan ASSP dibawah kendali Ketua Umum Deny Farden Saino untuk melihat anak-anak Sulawesi Tengah bisa tampil di pangggung nasional.

Kompetisi Liga TopSkor U-13 dan U-15 Zona Palu yang telah menasbihkan Galara Utama dan Garuda Kabonena sebagai pemenang musim pertama telah membuka kran talent-talent muda lokal.

Bakat-bakat tersebut dihargai manajemen Liga TopSkor pusat dengan mengadu skill mereka dengan anak-anak di Nusantara melalui kompetisi nasional yang akan digelar di Jakarta pada 10 Juli hingga 15 Juli 2017. Anak-anak dari kategori U-13 dan U-15 Palu sudah terpilih lewat seleksi ketat.

Pasukan muda tersebut kini telah masuk dalam gemblengan coach Usman Arya dan Kamaluddin yang dipusatkan di lapangan Gelanggang Mahasiswa Kabonena Palu. Namun seperti yang sudah disebutkan, bahwa membangun Sepakbola tidak gampang karena butuh dana yang tidak sedikit. Sebuah konsep yang disodorkan ASSP kepada orangtua pemain terpilih yang terkait dengan dana akhirnya di bahas dalam sebuah pertemuan di Milano Guest House, Jumat (2/6/2017) malam dengan menghadirkan para orang tua pemain.

Tak disangka para orang tua tersebut merespon positif keinginan ASSP untuk membantu pembiayaan. Ketua ASSP, Ir Deny Farden Saino mengatakan keberangkatan tim Liga TopSkor Sulteng U-13 dan U-15 ke Jakarta pertengahan Juli mendatang sudah dipersiapkan secara matang. Dari sisi tehnis hal itu menjadi tugas staff pelatih. Namun dari sisi finansial, ASSP bekerja keras memutar otak untuk mengumpulkan dana.

”Kita sudah berupaya sekuat tenaga untuk patungan dalam mengumpulkan biaya, tapi tetap saja belum memadai. Tapi, Alhamadulillah orang tua pemain ternyata merespon positif keinginan kami dan mereka menyisihkan sedikit rezeki mereka untuk tim Liga TopSkor Sulteng,” kata Deny.

Tanggapan positif disuarakan ayah dari striker Everyanzah Bima Sakti. Dia menyebut tawaran dari ASSP sudah tepat.

“Kami mendukung niat ASSP untuk meminta bantuan dari orang tua pemain, karena hal ini demi prestasi anak-anak kami juga, kan kasihan kalau kita gagal berangkat, apalagi anak-anak sudah sekuat tenaga berlatih” katanya.

Hal yang sama juga dikatakan Haji Romy. “Saya sangat mendukung permintaan ASSP, yang terpenting anak-anak kita bisa bermain ke Jakarta karena kalau sampai gagal tampil pasti anak-anak akan kecewa,” ujar ayah dari Ryan Rifaldi itu.

ASSP sudah berbuat, orang tua sudah mendukung. Sekarang tinggal dukungan pemerintah daerah yang sangat diharapkan agar Sepakbola Sulteng bisa kembali diperhitungkan.CLG

Issrin Assagaf

View all posts