DONGGALA, MERCUSUAR – Sejumlah titik di pusat kota Donggala gelap saat malam hari. Salah satunya di Jalur dua Kelurahan Gunung Bale, kawasan anjungan dan sejumlah titik lain.

Hal tersebut sudah terjadi sejak lama, namun sampai saat ini belum diperhatikan. Tidak ada upaya pembenahan lampu dalam kota sehingga sejumlah titik masih gelap. Manager PLN Rayon Donggala, Herjun Kompudu, menegaskan jika kewenangan pemeliharaan sarana penerangan adalah pemerintah lewat instruksi bupati.

“Sudah saya kasih tahu kemarin sama bapak Bupati Kasman Lassa. Cuma dipasang namun tidak dilakukan pemeliharaan,” kata Herjun, Rabu (10/1/2018).

Seharusnya kata dia, bupati sebagai pemimpin harus jelih memeriksa apa penyebab lampu di wilayah Donggala mati dan gelap pada malam hari.

“Mulai lampu taman jalan umum adalah milik pemkab. Kita hanya menyambung listriknya.,” tegasnya lagi.

Menurutnya, Pemkab Donggala tidak memperhatikan soal penerangan di wilayah Donggala. “Sudah saya kasih tahu Sekkab (Aidil Noof) soal sistimnya. Jadi tolong agar dipahami, sarana penerangan bukan wewenang PLN, kecuali aliran kelistrikannya,” tandasnya. TUR

Resti Ananda Putri

View all posts