PALU, MERCUSUAR – Badan Pusat Statistik (BPS) Sulteng mencatat angka kemiskinan di Sulteng pada September 2017 sebesar 423,27 ribu orang atau 14,22 persen. Angka itu mengalami kenaikan dibanding Maret 2017 hanya berjumlah 417, 87 ribu orang atau 14,14 persen.

Kepala Bidang Statistik Sosial BPS Sulteng Sarmiati mengungkapkan persentase jumlah penduduk miskin di Sulteng yangt berdomisili di pedesaan 15,59 persen dan kemiskinan di perkotaan 10,39 persen.

“Komoditi yang memberikan kontribusi pada kemiskinan adalah makanan terutama beras 19,02 persen dan rokok kretek filter 13,38 persen. Hal itu terjadi pada kemiskinan di kota dan desa, rokok memberikan pengaruh dalam meningkatkan angka kemiskinan di desa dan di kota,” paparnya.

Dijelaskan Sarmiati, faktor pendukung kenaikan kemiskinan adalah inflasi umum yang terjadi Maret hingga September 2,01 persen. Kenaikan harga kebutuhan pokok turut menekan daya beli masyarakat karena merupakan komoditi yang banyak dikonsumsi masyarakat.

Rata-rata upah buruh pada sektor industri, perdagangan, dan transportasi pada September 2017 turun masing-masing sebesar 6,10 persen, 5,12 persen, dan 3,45 persen. HAI

Harian Mercusuar

View all posts