BESUSU TENGAH, MERCUSUAR – Polres Palu menyiapkan 800 orang personil untuk pengamanan selama bulan Suci Ramadan 1437 H. Pengamanan Ramadan dilaksanakan selama 60 hari.

Kapolres Palu, AKBP Basya Radyananda mengatakan ke 800 personil tersebut terdiri dari 494 personil Polres Palu dan 306 personil BKO Polda Sulteng.

Menurutnya, kerawanan yang muncul saat bulan Ramadan, yakni setelah Sahur sampai hari terang, serta menjelang buka Puasa hingga setelah Salat Tarawih.

Kegiatan yang rawan pada bulan Ramadan, katanya, meliputi balapan liar, kebut-kebutan menggunakan knalpot bogar, konsumsi minuman beralkohol, prostitusi, kenakalan remaja, pencurian dengan kekerasan (Curas), pencurian dengan pemberatan (Curat), pencurian kendaraan bermotor (Curanmor), narkoba, perkelahian preman, serta perebutan lahan parkir.

Mengantisipasi hal tersebut, lanjut Kapolres, Polres Palu membentuk satuan tugas (Satgas) pengamanan Ramadan, antara lain satgas preemtif, satgas preventif dan satgas gakkum (penegakan hukum).

Dalam satgas preemtif, Polres Palu akan melaksanakan sosialisasi dan pencerahan kamtibmas. Satgas preemtif bekerjasama seperti MUI maupun SKPD, melakukan monitoring kegiatan yang berpotensi mengganggu kamtibmas maupun monitoring pengendalian  dan pendistribusian sembako.

Satgas preventif akan melaksanakan pengaturan lalu lintas, patroli hunting pada waktu waktu rawan.

Sementara satgas gakkum sasarannya kasus curas, curat, curanmor, serta kejahatan lainnya seperti peredaran petasan dan mercon, minuman beralkohol, prostitusi, narkoba dan senjata tajam.

“Pada seluruh masyarakat Kota Palu, mari bersama-sama menjaga situasi kamtibmas kota Palu agar Ramadan dapat berjalan dengan aman,” imbaunya.

“Orang tua yang mempunyai anak dapat mengendalikan putra-putrinya agar tidak melakukan tindakan yang dapat mengganggu situasi kamtibmas. Kepada Dinas Perhubungan agar dapat menertibkan tukang parkir dengan memberikan rompi/tanda identitas yang seragam hingga mempermudah pelaksanaan tugasnya, serta para ketua RT dapat membina lingkungannya,” sambungnya. IKI/*

Komentar

komentar

Muhammad Rifki

Lihat semua tulisan