TALISE, MERCUSUAR – Akademisi Fakultas Ekonomi Universitas Tadulako, Mohammad Ahlis Djirimu menyatakan pertumbuhan ekonomi yang tinggi namun mengabaikan lingkungan tidak berdampak baik.

“Percuma kita bicara ekonomi yang tinggi jika lingkungan kita abaikan, jangan memacu ekonomi ekonomi tanpa memperhatikan dan melihat daya dukung lingkungan,” ujarnya pada dialog publik pembiayaan hijau berkelanjutan di restoran kampung nelayan, belum lama ini.

Dicontohkannya, banyak negara ataupun daerah yang memiliki ekonomi tinggi justru mengalami degradasi lingkungan, bencana banjir dan bencana lainnya. Hal itu terjadi karena mereka abai dan hanya memacu pertumbuhan ekonomi saja.

“Kita menjadi tidak bermoral karena meninggalkan kerusakan lingkungan bagi generasi mendatang karena hanya mengejar pertumbuhan ekonomi semata,” ungkapnya.

Direktur Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Sulteng, Aries Bira mengatakan pihaknya dalam kurun beberapa tahun belakangan terus mengupayakan dan melakukan advokasi khususnya di sektor perkebunan, seperti sawit dan pertambangan.

Hal itu dilakukan agar tidak terus terjadi eksploitasi yang menimbulkan kerusakan serta memicu konflik dengan masyarakat.

“Kita selalu mendengar aksi-aksi protes yang kerap disuarakan oleh masyarakat akibat dari eksploitasi dari dua sektor tersebut. Sekaitan dengan hal itu kami juga melihat terdapat peran lembaga pembiayaan didalamnya,” katanya.

Olehnya itu, Walhi Sulteng secara tegas menyampaikan agar lembaga-lembaga pembiayaan untuk juga memberikan perhatian serius terhadap persoalan-persoalan lingkungan, sehingga bisa lebih selektif dalam memberikan pembiayaan kepada perusahaan yang bersifat ekstraktif dan berbasis lahan.TIN

Kartini Nainggolan

View all posts