PETOBO, MERCUSUAR – Sejumlah 340 orang warga binaan (Warbin) berstatus narapidana (napi) yang menjalani pidana di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas II A Palu menerima remisi (pengurangan masa pidana) pada HUT RI ke 71.

Tiga diantara napi yang menerima remisi itu langsung bebas, terdiri dari dua pris dan satu wanita.

“Besok (Rabu, 17/8/2016) jam 11.00 acaranya (penyerahan remisi) oleh Gubernur Sulteng di Aula Lapas Palu,” ujar Kepala Lapas Klas IIA Palu, Rubianto pada wartawan, Selasa (16/8/2016).

Ditambahkannya, warbin di Lapas Palu 506 orang, yang diusulkan untuk memperoleh remisi berjumlah 394 orang. Namun berdasarkan Surat Keputusan (SK) yang terbit hanya 340 orang menerima remisi.

Terkait napi tindak pidana korupsi (Tipikor) yang berjumlah 27 orang, tidak ada yang memperoleh remisi karena tidak diusulkan. Tidak ada napi tipikor di Lapas Palu yang diusulkan untuk menerima remisi, akibat belum ada yang memenuhi syarat yaitu membayar uang pengganti.

“Yang bayar (uang pengganti) belum ada. Jadi tidak diusul, karena belum memenuhi syarat,” bebernya.

Sementara napi kasus terorisme di Lapas Palu berjumlah Sembilan orang, saru diantaranya wanita. Mereka semua diusulkan untuk menerima remisi tapi hanya satu yang turun, karena ia sudah lama menjalani masa pidana di Lapas Palu.

“Lainkan baru, tapi nanti kita usul semua kalau sudah memenuhi syarat,” katanya.

Ditambahkannya, napi tipikor, teroris dan narkotika yang terkait Peraturan Pemerintah (PP) Nomor: 99 Tahun 2012 tentang Perubahan Kedua Atas PP Nomor: 32 Tahun 1999 tentang Syarat dan Tata Cara Pelaksanaan Hak Warga Binaan Pemasyarakatan, diusulkan lapas ke Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham). Kemudian, kanwil diusulkan ke Kementerian Pusat Dirjen Pemasyarakatan. “Itu harus ada rekomendasi dari pak Menteri,” katanya. AGK

Frangky

View all posts