PARMOUT,MERCUSUAR – APBD  tahun anggaran 2017, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Parigi Moutong (Parmout) tidak menganggarkan dana untuk gaji para guru honorer SMA dan SMK yang ada di wilayah kabupaten Parmout.

Hal tersebut jelas terlihat pada pembahasan anggaran APBD tahun 2017 yang beberapa waktu lalu.

Kepala Bappeda Kabupaten Parmout H. Ardi Kadir kepada media ini Minggu 15/1 kemarin mengatakan bahwa memang tahun 2017 pemerintah kabupaten parmout sama sekali tidak mengganggarkan dana untuk gaji para honorer guru yang ada di sekolah SMK maupun SMA.

Menurutnya karena saat ini sekolah SMA maunpun SMK itu sudah diambil alih pemerintah propinsi Sulawesi Tengah,sehingga  pengalokasian  dana untuk gaji para honorer tersebut sudah tidak bisa.

“Kita sudah tidak berani menganggarkan lagi,karena sekolah itu sudah dikelola oleh propinsi,sementara kalau kita mau baayar bukan kita punya sekolah lagi,” jelasnya.

Saat ditanyakan bagaimana nasib para guru honorer itu,mantan kadis pendidikan Parmout itu,  mengaku bahwa pihaknya sempat memberikan gambaran kepada para anggota DPRD Parmout saat pembahasan anggaran APBD tahun 2017 bahwa, pada dana bos yang dikelola oleh masing masing sekolah dimungkinkan membayar honor guru walaupun sangat terbatas.

Selain itu kata dia terkait pungutan pungutan yang ada di sekolah,apa lagi yang ada hubunganya dengan komite sekolah dapat juga digunakan untuk membayar gaji honor.

“yang penting kita tidak salah artikan bahwa yang namanya sumbangan lalu dijadikan punguta,” jelasnya.

Lebih lanjut dikatakanya bahwa solusi lainya adalah bahwa ada dana BOSDA yang merupakan perbantuan dari propinsi dan merupakan kebijakan Gubernur,kalau itu dialihkan untuk membayar gaji honor guru sangat memungkinkan.

Menurutnya untuk nasib para honorer guru sebenarnya tidak terlalu menghawatirkan karena banyak guru yang ada di SMA maupun SMK yang sudah bersertifikasi .

Sementara Untuk total jumlah guru honorer yang ada dikabupaten Parmout hampir mencapai 300 orang  yang terdapat pada 22 SMA dan 19 SMK. Sementara  paling besar pada sekolah SMK dan sekolah yang baru,karena pada sekolah SMK  banyak terdapat guru honorer yang produktif.

Jumlah guru honorer yang begitu besar,karena dikabupaten Parmout sendiri  beberapa tahun terakhir ini ada sembilan SMA yang dbangun,karena terkait dengan program rasio satu kecamatan satu sekolah.TIA

Latest videos