TOLITOLI, MERCUSUAR – 15 titik sungai di Kabupaten Tolitoli memperoleh kucuran dana pemeliharaan dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) sebesar Rp3 miliar lebih. Sungai yang mendapatkan dana pemeliharaan yang kondisinya dianggap dapat mengancam fasilitas publik.

“Anggaran tersebut mencakup pekerjaan, pengerukan sungai, pembuatan boronjong di pingiran sungai bertebing yang dianggap dapat mengancam fasilitas publik seperti jalan dan jembatan,” kata  Kepala Bidang Pemeliharaan dan Rehab Dinas Binamarga dan Sumberdaya Air Kabupaten Tolitoli, Syaifuddin, Jumat (20/5/2016).

Dia mengatakan, pada umumnya sungai yang mengalami pendangkalan di Kabupaten Tolitoli adalah sungai yang dekat dengan permukiman warga terutama aliran sungai dalam kota. Penyebab pendangkalan tersebut dikarenakan jadi lokasi tempat pembuangan sampah warga yang dekat dengan bantaran sungai itu sendiri.

Walaupun pemerintah katanya selalu melakukan pengerukan aliran sungai tersebut, tetapi kalau tidak ada kesadaran dari warga yang di sekitar bantaran  sungai tersebut, maka pendangkalan sungai tetap akan terjadi. Akibatnya, pada saat musim penghujan seringkali air sungai meluap karena terjadi pendangkalan yang berujung banjir.

Dia meminta kepada masyarakat agar tidak membuang sampah di sungai yang dapat mengakibatkan pendangkalan aliran sungai itu sendiri, terutama sampah plastik yang tidak bisa hancur dan gampang tenggelam.

“Pendangkalan sungai di dekat permukiman warga tidak akan terjadi apabila ada kesadaran dari warga yang tinggal di bantaran sungai,” ujarnya.RT