PALU, MERCUSUAR – Selama kurang lebih 14 hari, Kepolisian Resort Palu melaksanakan Operasi penyakit masyarakat (Pekat) Tinombala I dan berhasil mengamankan 53 orang dengan berbagai kasus diantaranya memiliki senjata tajam (sajam), minuman beralkohol, tindak premanisme serta prostitus, narkoba.

Dari data tersebut tercatat ada sembilan orang yang terlibat prostitusi dengan barang bukti berupa kondom. Lima orang diamankan karena kedepatan memiliki dan sedang mengkonsumsi minuman beralkohol. Dari tangan pelaku, polisi mengamakan minuman beralkohol jenis Bir putih, bir bintang, cap tikus dan benteng.

Selain itu, satu orang ditangkap petugas karena terlibat perjudian dengan barang bukti berupa rekapan nomor togel, uang tunai dan kalkulator. Kasus premanisme dan pencurian dengan kekerasan (Curas), polisi mengamankan dua pemuda dengan barang bukti satu buah handphone.

Sementara dua  orang lainnya di tangkap petugas kepolisian karena menggunakan narkokita golanagn I jenis Shabu. Dari tangan pelaku, polisi menemukan barang bukti berupa Shabu seberat 4,2 gram,  kaca pireks, dan timbangan shabu.

Ops pekat juga mengamankan 28 pemuda yang terlibat aksi premanisme dengan barang bukti berupa senjata air soft gun, tabung gas, egel/peluru, gantungan kuci pisau lipat, badik, knalpot bising. Saat ditangkap petugas beberapa diantanya membawa narkoba jenis THD dan ngelem.

Selama Ops pekat Puluhan orang dan barang bukti diamankan di Mapolres Palu, Selasa (21/6/2016). FOTO : MUHAMMAD RIFKI/MS
Selama Ops pekat Puluhan orang dan barang bukti diamankan di Mapolres Palu, Selasa (21/6/2016). FOTO : MUHAMMAD RIFKI/MS

Dari hasil tersebut, polisi menangkap 53 orang selama ops pekat beralangsung sejak tanggal 8-21 Juni 2016. Dari jumlah tersebut,  43 orang dilakukan pembinaan. Sementara 10 orang lainnya menjalani proses hukum. “ Yang masuk dalam kasus perjudian, bawa sajam dan narkoba masih kami proses hukum” kata Kapolres Palu, AKBP Basya Radyananda, Selasa (21/6/2016).

Selain melakukan ops pekat, Satuan Lalu lintas Polres Palu juga menggelar operasi imbangan dengan merazia pengguna jalan yang melanggar aturan lalu lintas. Dari hasil razia sejak sepekan terhakhir, petugas menilang 123 pengendara motor.

Dari jumlah tersebut, 24 pengendara  ditilang karena melanggar rambu-rambu lalu lintas, 47 pengendara yang kendaraanya tidak memenuhi syarat teknis dan tidak layak jalan. 20 orang tidak menggunakan helm saat berkendara, 15 pengendara tidak membawa Surat Tanda Nomor Kendaran (STNK) dan 17 orang tidak membawa  Surat Izin Mengemudi (SIM). Ratusan pengendara terpaksa ditilang kerena melanggar Pasal 287, 285, 291, 288 ,281 UU LLAJ. IKI

Muhammad Rifki

View all posts